Iran Ancam Tindakan Keras jika Israel Bertahan di Lebanon

  • 18 Jun 2026 12:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran ancam respons keras terhadap Israel jika terus melakukan pelanggaran gencatan senjata di Lebanon, yang menurut Teheran telah terjadi sebanyak 84 kali sejak pengumuman berakhirnya perang.
  • Perdamaian Lebanon menjadi bagian penting kesepakatan regional yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Pakistan, dengan Iran menegaskan penghentian perang harus mencakup berakhirnya pendudukan wilayah oleh Israel.
  • Perbedaan pandangan Iran dan Israel soal kehadiran militer Israel masih menjadi hambatan, setelah Benjamin Netanyahu menyatakan pasukan Israel akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza selama diperlukan.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran memperingatkan akan memberikan respons keras apabila Israel terus melakukan tindakan yang dianggap bermusuhan di Lebanon. Peringatan tersebut disampaikan pada Selasa, 16 Juni 2026 melalui pernyataan resmi Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer utama Iran.

Dalam pernyataannya, Iran menuduh Israel terus melanggar gencatan senjata di Lebanon sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan berakhirnya perang. Teheran mengklaim militer Israel telah melakukan 84 pelanggaran gencatan senjata dan masih melanjutkan serangan terhadap warga Lebanon.

Melansir dari Xinhua, Iran menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan terhadap rakyat Lebanon yang tertindas. Menurut Teheran, pelanggaran yang terus berlangsung dapat mengancam upaya perdamaian yang sedang dibangun di kawasan.

Peringatan itu muncul di tengah langkah diplomatik untuk mengakhiri konflik di Asia Barat. Iran, Amerika Serikat, dan Pakistan sebelumnya mengumumkan telah menyelesaikan MoU untuk mengakhiri perang di berbagai front, termasuk Lebanon.

Kesepakatan tersebut dipandang sebagai langkah penting untuk meredakan ketegangan yang selama ini melibatkan berbagai pihak di kawasan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa berakhirnya perang di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan tersebut.

Dalam pertemuan dengan para diplomat asing di Teheran, Araghchi menjelaskan pandangan Iran mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam kesepakatan tersebut. Menurutnya, Amerika Serikat dan Israel berada di satu sisi, sementara Iran dan Hezbollah berada di sisi lainnya.

Araghchi menekankan bahwa penghentian perang harus mencakup berakhirnya pendudukan wilayah oleh Israel. Menurutnya, perdamaian tidak akan tercapai sepenuhnya tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas komentar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Netanyahu mengatakan pasukan Israel akan tetap berada di zona-zona keamanan yang dikuasainya di Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....