Iran Desak Penarikan Israel dari Lebanon dalam Kesepakatan Damai dengan AS

  • 17 Jun 2026 12:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Teheran menegaskan bahwa penarikan pasukan Israel dari Lebanon merupakan syarat utama dalam kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat.
  • Israel menolak menarik pasukannya dari Lebanon, sementara AS menyebut perjanjian tidak mencantumkan kewajiban tersebut, sehingga berpotensi menggagalkan kesepakatan dan memicu kembali konflik.
  • Perjanjian yang juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut AS terhadap Iran akan diikuti negosiasi 60 hari mengenai program nuklir Iran dan kemungkinan pencabutan sanksi.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran menyatakan bahwa kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat mensyaratkan penarikan pasukan Israel dari Lebanon. Namun, Israel telah menolak syarat tersebut sehingga berpotensi menggagalkan kesepakatan dan memicu kembali perang skala penuh di kawasan.

Melansir dari AP News, Rabu, 17 Juni 2026, kesepakatan antara Washington dan Teheran hingga kini belum dipublikasikan. Para pejabat dari kedua negara juga memberikan penafsiran yang berbeda mengenai isi perjanjian tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa perang belum benar-benar berakhir tanpa penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan. Menurutnya, pendudukan Israel yang terus berlanjut di wilayah tersebut bertentangan dengan semangat perjanjian damai.

Di sisi lain, seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa kesepakatan itu tidak mencantumkan kewajiban bagi Israel untuk menarik pasukannya. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan menyatakan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon "selama diperlukan".

Perundingan untuk mengakhiri perang sebelumnya juga diwarnai berbagai perbedaan pendapat serupa. Gencatan senjata yang telah berlangsung dinilai masih rapuh dan belum berhasil mengakhiri permusuhan secara permanen.

Upacara penandatanganan kesepakatan dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026. Pakistan sebelumnya menyatakan bahwa kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer, termasuk di Lebanon.

Pemerintah Lebanon menyambut kemungkinan tercapainya gencatan senjata. Dua pejabat regional yang mengetahui isi kesepakatan menyebut perjanjian tersebut mengharuskan Israel meninggalkan hampir seluruh wilayah yang didudukinya di Lebanon.

Kesepakatan itu juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran. Dua kapal tanker Iran dilaporkan berhasil melakukan ekspor minyak untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir.

Setelah penandatanganan, Amerika Serikat dan Iran akan bernegosiasi selama 60 hari mengenai program nuklir Iran dan kemungkinan pencabutan sanksi. Namun, sejumlah anggota Kongres AS masih meragukan bahwa kesepakatan tersebut dapat mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....