Iran Sebut Lebanon Jadi Bagian Penting Kesepakatan Damai dengan AS

  • 16 Jun 2026 14:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menegaskan bahwa Lebanon masuk dalam draf nota kesepahaman, termasuk seruan penghentian konflik di semua front serta penghormatan terhadap kedaulatan wilayah.
  • Iran akan melakukan kunjungan diplomatik sebelum penandatanganan di Swiss pada 19 Juni 2026, dengan mekanisme final masih dalam pembahasan.
  • AS dan Iran disebut telah menandatangani MoU awal, dengan rencana pemulihan pelayaran di Selat Hormuz serta pertemuan lanjutan untuk implementasi perdamaian.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran menyebut Lebanon sebagai bagian penting dari kesepakatan damai dengan Amerika Serikat yang bertujuan mengakhiri perang. Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.

Melansir dari Reuters, Selasa, 16 Juni 2026, ia mengatakan bahwa Lebanon disebut tiga kali dalam draf nota kesepahaman. Draf tersebut juga mencakup seruan untuk mengakhiri konflik di semua front serta menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara tersebut.

Baghaei juga menyampaikan bahwa Iran akan melakukan kunjungan diplomatik ke sejumlah negara kawasan sebelum penandatanganan kesepakatan. Penandatanganan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Jumat, 19 Juni 2026 mendatang.

Ia menambahkan bahwa mekanisme final penandatanganan masih dalam pembahasan dan hasilnya akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi rencana penandatanganan perjanjian tersebut.

Pezeshkian menyebut kesepakatan itu tercapai berkat kerja pemerintah Iran. Pemerintah Iran dinilai berhasil mengelola situasi selama perang dan mencegah negara mengalami kehancuran seperti yang diprediksi pihak lawan.

Dari pihak Amerika Serikat, disebutkan bahwa kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman untuk menyelesaikan konflik. Pejabat AS juga menyatakan bahwa upacara penandatanganan resmi akan digelar pada Jumat.

Trump juga mengatakan bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz akan kembali meningkat secara bertahap. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa delegasi Iran kemungkinan akan bertemu dengan pejabat Amerika Serikat di Swiss.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses lanjutan implementasi kesepakatan. Kesepakatan ini dinilai menjadi bagian penting dari upaya mengakhiri konflik berkepanjangan dan membuka jalan bagi proses perdamaian lebih lanjut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....