PBB: Situasi Kemanusiaan di Lebanon Selatan Kian Memburuk
- 11 Jun 2026 14:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PBB memperingatkan situasi kemanusiaan di Lebanon selatan semakin memburuk, terutama di Kota Tyre, akibat perintah pengungsian berulang dari Israel dan serangan militer yang terus berlanjut.
- Perintah evakuasi Israel diperkirakan berdampak pada sekitar 44.000 orang, termasuk warga setempat dan pengungsi Palestina, sementara banyak keluarga tetap bertahan di Tyre karena terbatasnya pilihan tempat perlindungan.
- Serangan di Tyre turut mengganggu layanan kesehatan, termasuk serangan udara di dekat pusat Palang Merah Lebanon yang menewaskan lima orang dan melukai delapan lainnya.
RRI.CO.ID, Beirut — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan situasi kemanusiaan di Lebanon selatan semakin memburuk, khususnya di Kota Tyre dan wilayah sekitarnya. Kondisi tersebut dipicu perintah pengungsian berulang oleh Israel serta serangan militer, dilansir dari Xinhua, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), banyak warga sipil masih bertahan di Kota Tyre. Mereka terdiri atas penduduk setempat, pengungsi Palestina, serta warga yang telah mengungsi dari wilayah lain di Lebanon selatan.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengeluarkan perintah pengungsian untuk seluruh Kota Tyre, termasuk kawasan permukiman dan kamp pengungsi Palestina. Kebijakan tersebut diperkirakan berdampak pada sekitar 44.000 orang, banyak di antaranya telah lebih dulu mengungsi.
Meski menghadapi risiko keamanan, sebagian besar keluarga dilaporkan tetap berada di Tyre karena memiliki pilihan yang terbatas. Sebagian warga memilih mengungsi ke Kota Saida dan Distrik Chouf di Kegubernuran Mount Lebanon.
OCHA mencatat tidak terjadi perpindahan besar dari kamp-kamp pengungsi Palestina pada Selasa, 9 Juni 2026. Namun, sekitar 10.000 orang sebelumnya telah mencari perlindungan di fasilitas milik UNRWA di Saida dan Lebanon utara.
Mereka mengungsi setelah perintah pengungsian yang dikeluarkan sekitar 10 hari lalu. Di tengah situasi tersebut, serangan yang terjadi turut memengaruhi layanan kesehatan.
Serangan udara di dekat pusat Palang Merah Lebanon di Tyre pada Senin, 8 Juni 2026 dilaporkan menyebabkan lima orang meninggal. Serangan tersebut juga melukai delapan lainnya, termasuk empat paramedis.
PBB kembali menegaskan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil di tengah konflik yang berlangsung. Organisasi itu juga menyerukan akses kemanusiaan yang aman dan berkelanjutan serta penghormatan terhadap hukum humaniter internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....