Sekjen PBB Serukan Penghentian Konflik Israel–Hezbollah
- 16 Jun 2026 14:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekjen PBB António Guterres mendesak kedua pihak segera menghentikan pertempuran yang masih berlangsung di Lebanon.
- PBB meminta Lebanon memiliki otoritas penuh atas wilayahnya, Israel menghormati kedaulatan, serta warga sipil dapat kembali ke rumah untuk rekonstruksi.
- Amerika Serikat, Iran, dan negara-negara Teluk diminta berperan menjaga stabilitas kawasan melalui solusi diplomatik, meski isi kesepakatan masih belum dilihat PBB.
RRI.CO.ID, Jenewa — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres menyerukan agar Israel dan Hezbollah segera menghentikan pertempuran. Konflik tersebut terus berlangsung di kawasan Lebanon, dilansir dari Xinhua, Selasa, 16 Juni 2026.
Seruan itu disampaikan melalui juru bicara PBB, Stephane Dujarric, yang menegaskan bahwa pesan utama Sekjen adalah penghentian segera konflik. PBB menekankan pentingnya pemerintah Lebanon memiliki otoritas penuh atas seluruh wilayahnya serta kendali terhadap senjata di negaranya.
PBB juga meminta Israel untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon. PBB menilai penghentian pertempuran penting untuk memungkinkan warga sipil kembali ke rumah mereka.
Ratusan ribu warga Lebanon disebut berharap dapat kembali dan memulai proses rekonstruksi. Sementara itu, warga Israel di wilayah utara juga diharapkan dapat kembali dengan aman.
“Dan kami ingin melihat akhir dari pertempuran, sehingga ratusan ribu warga Lebanon yang ingin pulang bisa kembali untuk mulai membangun kembali, dan mereka yang ada di Israel juga bisa kembali ke rumah di wilayah utara,” ujar Dujarric.
Meski demikian, Dujarric mengingatkan, PBB belum melihat isi teks kesepakatan yang tengah dibahas, sehingga detail perjanjian belum dapat dipastikan. Ia menegaskan bahwa PBB tetap berhati-hati dalam memberikan penilaian terhadap isi kesepakatan tersebut.
Sekjen PBB juga menilai bahwa Amerika Serikat, Iran, serta negara-negara Teluk perlu berupaya untuk memastikan perdamaian dapat bertahan. Menurut PBB, stabilitas kawasan hanya dapat dicapai melalui komitmen bersama untuk menghentikan kekerasan dan mengedepankan solusi diplomatik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....