AS Klaim Perundingan Lebanon-Israel Alami Kemajuan Meski Konflik Berlanjut

  • 03 Jun 2026 22:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Amerika Serikat menilai perundingan Lebanon-Israel menunjukkan kemajuan positif, dengan putaran keempat pembicaraan langsung di Washington difokuskan pada upaya mencapai kesepakatan.
  • Pejabat AS menyatakan optimistis terhadap proses negosiasi, serta berharap pembicaraan yang sedang berlangsung dapat menghasilkan terobosan diplomatik untuk meredakan ketegangan di kawasan.
  • Konflik di lapangan masih berlanjut, dengan serangan Israel di Lebanon selatan menewaskan lima orang dan melukai 48 lainnya, termasuk tenaga kesehatan, serta merusak Rumah Sakit Pemerintah Tebnine.

RRI.CO.ID, Washington — Amerika Serikat menyatakan perundingan antara Lebanon dan Israel menunjukkan kemajuan positif meskipun konflik bersenjata di Lebanon masih terus berlangsung. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya serangan Israel yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di wilayah Lebanon selatan.

Delegasi Lebanon dan Israel bertemu di Washington pada Selasa, 2 Juni 2026 dalam putaran keempat perundingan langsung yang dimediasi AS. Putaran pembicaraan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026, dilansir dari The National dan Arab News.

Pembicaraan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mencari penyelesaian diplomatik atas konflik yang berkepanjangan. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott mengatakan kemajuan terus terjadi dalam pembahasan yang mencakup aspek politik dan keamanan.

Menurutnya, Washington berupaya mendorong tercapainya kesepakatan komprehensif yang dapat memulihkan kedaulatan Lebanon sekaligus menjamin keamanan Israel. Pigott menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen penuh untuk memfasilitasi proses negosiasi tersebut.

Pemerintah AS berharap pembicaraan yang sedang berlangsung dapat menghasilkan terobosan yang mampu meredakan ketegangan di kawasan. Duta Besar AS untuk Lebanon, Michel Issa, juga menyampaikan optimisme terhadap jalannya perundingan.

Ia mengatakan diskusi berlangsung dengan baik dan menyebut gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya masih tetap berlaku hingga saat ini. Di tengah proses diplomasi tersebut, pertempuran di lapangan masih terus berlangsung.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel menewaskan lima orang dan melukai 48 lainnya. Korban luka termasuk seorang dokter, sejumlah tenaga kesehatan, serta seorang anak.

Serangan tersebut juga menghantam Rumah Sakit Pemerintah Tebnine di Lebanon selatan. Pemerintah Lebanon menilai serangan terhadap fasilitas kesehatan itu merupakan pelanggaran terhadap hukum dan norma internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....