PBB dan Negara-Negara Dunia Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran
- 16 Jun 2026 13:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Para pemimpin dunia menyambut positif perjanjian yang bertujuan mengakhiri perang dan membuka peluang terciptanya perdamaian yang lebih luas di Timur Tengah.
- Kesepakatan mencakup rencana pembukaan kembali Selat Hormuz dan negosiasi selama 60 hari mengenai pencabutan sanksi serta isu-isu yang masih belum terselesaikan.
- PBB, Uni Eropa, serta negara-negara seperti Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, Inggris, dan Prancis menyerukan implementasi penuh perjanjian dan menekankan pentingnya perdamaian serta keamanan di Timur Tengah.
RRI.CO.ID, Jenewa — Para pemimpin dunia menyambut baik kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang. Kesepakatan tersebut juga mencakup upaya mengakhiri serangan Israel di Lebanon dan membuka peluang terciptanya perdamaian yang lebih luas.
Presiden AS, Donald Trump mengatakan, kesepakatan dengan Iran telah selesai dan mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz. Sementara itu, Iran menyebut kemungkinan pencabutan sanksi akan dibahas selama masa gencatan senjata selama 60 hari.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif mengatakan, kesepakatan tersebut sebagai terobosan besar. Ia mengatakan, perjanjian dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026 dilansir dari Al Jazeera.
Pakistan juga mengapresiasi dukungan dari Qatar, Arab Saudi, dan Turki dalam mendorong tercapainya kesepakatan. Qatar memuji komitmen AS dan Iran untuk menyelesaikan perbedaan melalui jalur diplomasi.
Qatar berharap perjanjian tersebut dapat menjadi katalis bagi stabilitas kawasan. Arab Saudi juga menyambut baik penghentian operasi militer dan dimulainya negosiasi menuju perjanjian permanen.
Sementara itu, Uni Emirat Arab menekankan pentingnya dialog, diplomasi, dan kepatuhan terhadap hukum internasional. Abu Dhabi juga menyerukan penghentian seluruh tindakan permusuhan dan mendukung segala upaya yang dapat meningkatkan keamanan dan stabilitas kawasan.
Dukungan serupa datang dari Kuwait dan Tiongkok. Kuwait menyambut hangat nota kesepahaman antara Washington dan Teheran. Sedangkan Tiongkok memuji kesepakatan tersebut dan mengapresiasi peran mediasi Pakistan.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan mengatakan, perjanjian itu merupakan langkah penting menuju perdamaian dan ketenangan di kawasan. Turki juga menegaskan akan terus mendukung solusi jangka panjang yang didasarkan pada diplomasi dan hukum internasional.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres mengatakan, kesepakatan tersebut sebagai langkah penting menuju penyelesaian damai atas konflik. Uni Eropa juga meminta semua pihak segera melaksanakan kesepakatan dan menegaskan bahwa kebebasan navigasi di Selat Hormuz harus dipulihkan.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer mengatakan, perjanjian itu sebagai langkah penting dan menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa syarat serta mendukung upaya pemerintah Lebanon untuk memulihkan kedaulatan negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....