AS-Iran Capai Kesepakatan Damai, Isi Perjanjian Belum Dipublikasikan
- 16 Jun 2026 12:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kedua negara menyepakati nota kesepahaman (MoU) yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade AS terhadap Iran, disertai perundingan lanjutan selama 60 hari.
- Isi rinci perjanjian belum dipublikasikan, termasuk terkait program rudal Iran, dukungan terhadap kelompok sekutu di kawasan, dan mekanisme pencabutan sanksi internasional.
- Ketegangan antara Israel dan Hezbollah berpotensi menyeret Iran kembali ke dalam konflik dan menggagalkan upaya perdamaian yang sedang dibangun oleh Washington dan Teheran.
RRI.CO.ID, Washington — Iran dan Amerika Serikat sama-sama mengklaim kesepakatan awal untuk mengakhiri perang sebagai sebuah kemenangan diplomatik. Meski demikian, isi rinci dari perjanjian tersebut hingga kini belum dipublikasikan, dilansir dari PBS News, Selasa, 16 Juni 2026.
Nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan tersebut masih menyisakan banyak pertanyaan mengenai implementasinya di masa mendatang. MoU tersebut diawali dengan kesepakatan untuk mencabut penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan blokade pelabuhan-pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat.
Kedua negara kemudian akan memulai perundingan selama 60 hari guna membahas program nuklir Iran dan kemungkinan pencabutan sanksi internasional. Secara garis besar, kesepakatan tersebut mengembalikan situasi ke kondisi sebelum perang pecah pada 28 Februari lalu.
Namun, sejumlah isu penting masih belum terjawab. Hingga kini belum jelas apakah perjanjian tersebut mengatur program rudal Iran maupun dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok sekutunya di kawasan.
Situasi di Lebanon juga menjadi salah satu tantangan terbesar karena Israel dan Hezbollah tidak menjadi pihak dalam kesepakatan tersebut. Setelah perjanjian ditandatangani, Selat Hormuz diperkirakan akan kembali dibuka dan Amerika Serikat akan mencabut blokadenya terhadap Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan perundingan selama 60 hari itu dapat diperpanjang apabila menunjukkan kemajuan. Meski demikian, situasi di Lebanon masih menjadi ancaman terbesar bagi implementasi kesepakatan damai tersebut.
Setiap eskalasi baru antara Israel dan Hezbollah berpotensi menyeret Iran kembali ke dalam konflik. Kondisi tersebut juga dapat menggagalkan upaya perdamaian yang saat ini sedang dibangun oleh Amerika Serikat dan Iran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....