AS dan Iran Sepakati Akhir Konflik, Selat Hormuz Segera Dibuka Kembali
- 16 Jun 2026 12:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- AS dan Iran sepakat mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz Kedua negara menyepakati penghentian operasi militer dan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari untuk membuka jalan menuju perjanjian damai permanen.
- Pakistan dan Qatar berperan penting dalam proses mediasi. Pakistan menjadi mediator utama, sementara Qatar memfasilitasi pembicaraan intensif selama hampir 15 jam yang menghasilkan kesepakatan awal antara Washington dan Teheran.
- Amerika Serikat dan negara-negara Eropa menuntut Iran tidak memiliki senjata nuklir, sedangkan Teheran berharap adanya pencabutan sanksi sebagai bagian dari kesepakatan damai permanen.
RRI.CO.ID, Teheran — Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan perjanjian tersebut telah ditandatangani sepenuhnya dan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.
Melansir dari BBC News, pengumuman kesepakatan disampaikan oleh Shehbaz Sharif pada Minggu, 14 Juni 2026. Pakistan diketahui berperan sebagai mediator dalam perundingan antara Washington dan Teheran.
Kedua pihak menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon. Keduanya juga sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari untuk merundingkan perjanjian damai permanen.
Pejabat senior AS menyebut dokumen awal telah ditandatangani secara elektronik dan upacara penandatanganan resmi akan digelar di Jenewa pekan ini. Trump juga mengumumkan pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Dari pihak Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi mengonfirmasi berakhirnya operasi militer. Media pemerintah Iran menggambarkan kesepakatan tersebut sebagai kemenangan bagi Teheran.
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyambut baik kesepakatan tersebut dan berharap dapat mengakhiri siklus kekerasan di kawasan. Iran juga mengungkapkan bahwa mediator dari Qatar menggelar pembicaraan selama hampir 15 jam untuk mencapai kesepakatan awal.
Salah satu isu utama dalam negosiasi adalah program nuklir Iran. Amerika Serikat dan negara-negara Eropa menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sementara itu, negara-negara Eropa menyatakan siap mencabut sebagian sanksi jika Teheran memenuhi komitmennya.
Konflik antara AS dan Iran bermula setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran yang kemudian dibalas oleh Teheran. Kini, perhatian dunia tertuju pada perundingan lanjutan yang diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan damai permanen dan membawa stabilitas baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....