Pakistan-Mesir Dukung Proses Damai AS-Iran, Harapkan Kesepakatan Segera Tercapai
- 13 Jun 2026 15:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pakistan dan Mesir menyambut kemajuan perundingan AS-Iran dan berharap kesepakatan damai segera tercapai untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
- Kedua negara menegaskan dukungan terhadap proses diplomasi, termasuk melanjutkan dialog antara Washington dan Teheran serta menjaga komunikasi erat untuk stabilitas kawasan.
- Perkembangan perundingan dinilai semakin maju, dengan klaim Pakistan bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan awal, sementara Donald Trump menyebut kesepakatan damai hampir selesai.
RRI.CO.ID, Islamabad — Pakistan dan Mesir menyambut baik kemajuan dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara menyatakan harapan agar kesepakatan damai untuk mengakhiri ketegangan di Timur Tengah dapat segera tercapai.
Hal tersebut disampaikan setelah Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty. Percakapan tersebut dilakukan pada Jumat, 12 Juni 2026 malam, dilansir dari Anadolu.
Dalam pembicaraan, kedua pihak membahas perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah dan menilai proses diplomasi menunjukkan kemajuan yang positif. Kedua negara sama-sama menyatakan dukungan terhadap upaya penyelesaian konflik secara damai.
Mereka juga berharap dialog antara Amerika Serikat dan Iran dapat terus berlanjut hingga menghasilkan kesepakatan yang konstruktif. Pakistan dan Mesir sepakat tetap menjalin komunikasi erat serta melanjutkan konsultasi terkait berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama.
Keduanya menilai kerja sama diplomatik sangat penting untuk menjaga stabilitas kawasan. Pada kesempatan terpisah, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan yang bertujuan mengakhiri konflik.
Pakistan telah berperan sebagai mediator dalam proses perundingan tersebut. Peran itu dimulai sejak keberhasilan Pakistan memediasi gencatan senjata pada 8 April yang menghentikan perang sejak 28 Februari.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa ia telah membatalkan rencana serangan udara terhadap Iran. Ia juga mengatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran hampir selesai dirundingkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....