Iran: Kesepakatan Akhiri Konflik dengan AS dan Israel Kian Dekat

  • 13 Jun 2026 14:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menyebut kesepakatan dengan Amerika Serikat semakin dekat, dengan Menlu Abbas Araghchi menyatakan peluang tercapainya terobosan diplomatik untuk mengakhiri konflik kini lebih besar dari sebelumnya.
  • Rancangan kesepakatan mencakup dua tahap, yakni penghentian pertempuran melalui memorandum saling pengertian (MoU) dan negosiasi lanjutan.
  • AS menawarkan keringanan sanksi dan pencairan aset Iran, namun pelaksanaannya bergantung pada kepatuhan Teheran untuk membongkar program nuklirnya.

RRI.CO.ID, Teheran — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik belum pernah sedekat ini. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahannya di platform X pada Jumat, 12 Juni 2026, dilansir dari Al Jazeera.

Araghchi menyebut peluang tercapainya terobosan diplomatik semakin besar. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan yang ditandatangani oleh kedua pihak.

Menurut Araghchi, rancangan kesepakatan yang sedang dibahas terdiri dari dua tahap. Tahap pertama berupa MoU, sementara tahap kedua mencakup negosiasi lanjutan mengenai sejumlah isu penting yang masih menjadi perdebatan.

Pada tahap awal, seluruh pertempuran akan dihentikan, termasuk serangan Israel di Lebanon. Selain itu, semua pihak akan berkomitmen untuk tidak kembali melancarkan serangan selama proses perundingan berlangsung.

Araghchi mengatakan bahwa masa depan program nuklir Iran, pencabutan sanksi, serta pencairan aset Iran yang dibekukan akan dibahas pada tahap berikutnya. Ia menegaskan Selat Hormuz akan tetap di bawah kedaulatan Iran dan Oman, meskipun tata kelolanya kemungkinan akan berubah.

Meski optimistis, Araghchi menyatakan bahwa memorandum tersebut masih dalam tahap peninjauan. Ia mengakui masih adanya tingkat ketidakpercayaan yang tinggi terhadap pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Sinyal positif juga datang dari Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia menegaskan bahwa setiap komitmen yang telah disepakati harus dijalankan oleh seluruh pihak tanpa pengecualian.

Sementara itu, seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa kesepakatan tersebut sudah sangat dekat untuk dicapai. Menurutnya, rancangan kesepakatan mencakup keringanan sanksi yang signifikan dan pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan.

Sebagai imbalannya, Iran harus membongkar program nuklirnya serta menyerahkan material nuklir yang dimiliki. Namun, manfaat ekonomi dari kesepakatan tersebut tidak akan langsung diberikan kepada Iran.

Pencabutan sanksi dan pencairan dana akan bergantung pada kepatuhan Iran terhadap seluruh ketentuan yang telah disepakati. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan baru masih mungkin ditandatangani pada akhir pekan ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....