Pasukan Iran Larang Kapal Tanker Melintas di Selat Hormuz tanpa Koordinasi
- 13 Jun 2026 13:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran mencegah sebuah kapal tanker minyak memasuki Selat Hormuz setelah kapal tersebut diduga mencoba melintasi jalur perairan strategis itu tanpa berkoordinasi dengan otoritas terkait.
- IRGC menegaskan akan memperketat pengawasan dan bertindak tegas terhadap pelanggaran, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia yang sangat penting bagi perdagangan energi global.
- Insiden terjadi di tengah ketegangan regional, hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan menyebut pembahasan kesepakatan dengan Teheran hampir mencapai tahap akhir.
RRI.CO.ID, Teheran — Pasukan Iran mencegah sebuah kapal tanker minyak memasuki Selat Hormuz. Kapal tersebut diduga mencoba melintasi jalur perairan strategis itu tanpa melakukan koordinasi dengan otoritas terkait, dilansir dari Anadolu.
Tindakan tersebut dilakukan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan diumumkan pada Jumat, 12 Juni 2026 dini hari. Televisi pemerintah Iran, mengutip keterangan IRGC, melaporkan bahwa kapal tanker tersebut dicegat karena dianggap melanggar prosedur yang berlaku.
Namun, pihak berwenang tidak mengungkap identitas maupun asal kapal yang terlibat dalam insiden tersebut. Menurut IRGC, Selat Hormuz terus berada dalam pengawasan ketat mengingat perannya sebagai salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Jalur tersebut menjadi rute utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk ke berbagai negara. Militer Iran menegaskan akan bertindak tegas terhadap setiap kapal yang mencoba melintasi wilayah tersebut tanpa izin atau koordinasi yang diperlukan.
IRGC menyatakan pihaknya akan menghadapi pelanggaran semacam itu dengan “ketegasan penuh”. Militer Iran menegaskan akan bertindak tegas terhadap setiap kapal yang mencoba melintasi wilayah tersebut tanpa izin atau koordinasi yang diperlukan.
IRGC menyatakan pihaknya akan menghadapi pelanggaran semacam itu dengan “ketegasan penuh”. Selat Hormuz memiliki peran strategis dalam perdagangan energi global sehingga setiap gangguan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi pasar minyak dunia.
Insiden tersebut juga berlangsung hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Trump juga mengatakan bahwa pembahasan mengenai kemungkinan tercapainya sebuah kesepakatan dengan Iran sudah mendekati tahap akhir.
Perkembangan terbaru ini menambah perhatian dunia terhadap situasi keamanan di Selat Hormuz dan kawasan Timur Tengah. Sejumlah pihak terus memantau kondisi di wilayah tersebut karena dampaknya yang signifikan terhadap stabilitas regional dan pasokan energi global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....