Ketegangan Memanas, Trump Klaim Perundingan Perdamaian Israel-Iran Masih Berlang

  • 12 Jun 2026 13:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Trump menegaskan negosiasi perdamaian Timur Tengah masih berlangsung, serta menyatakan Israel dan Iran sama-sama menginginkan gencatan senjata meski konflik kembali memanas sejak gencatan senjata April lalu.
  • Ketegangan meningkat setelah Iran dan Israel saling melancarkan serangan, dengan Israel menyerang target militer dan sistem pertahanan strategis Iran sebagai respons atas peluncuran rudal yang diarahkan ke wilayahnya.
  • Iran memperingatkan akan memperluas respons militernya jika serangan berlanjut, sementara Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menuduh AS melanggar gencatan senjata.

RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa negosiasi perdamaian di Timur Tengah masih terus berlangsung. Pernyataan itu disampaikan di tengah kembali memanasnya konflik setelah Israel dan Iran saling melancarkan serangan sejak gencatan senjata April lalu.

Melansir dari CNBC, Jumat, 12 Juni 2026, Trump menyatakan bahwa Israel dan Iran sama-sama menginginkan gencatan senjata segera. Ia juga menegaskan bahwa perundingan menuju kesepakatan damai final masih berlangsung.

Sementara itu, blokade terhadap Iran akan tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan akhir. Pernyataan tersebut disampaikan setelah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Reuters melaporkan Iran telah mengumumkan berakhirnya operasi militernya terhadap Israel. Namun, Iran memperingatkan akan melancarkan serangan yang lebih besar apabila Israel terus melakukan serangan di Lebanon.

Sebelumnya, Israel menyatakan Iran menembakkan rudal ke wilayahnya pada Minggu, sehingga sistem pertahanan udara diaktifkan untuk mencegat ancaman. Sebagai respons, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan telah melaksanakan serangan besar terhadap sistem pertahanan strategis Iran.

IDF kemudian menyatakan telah menyerang sejumlah target militer Iran di wilayah barat dan tengah negara tersebut. Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump telah menerima laporan mengenai kembali pecahnya pertempuran.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata melalui blokade laut dan kebijakan terkait Lebanon. Ia memperingatkan bahwa pangkalan serta aset Amerika Serikat di kawasan dapat menjadi target yang sah.

Korps Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa gencatan senjata hanya berlaku apabila penghentian konflik terjadi di seluruh front. Iran menyebut operasi militernya sebagai peringatan dan menegaskan bahwa respons yang lebih luas akan dilakukan jika serangan kembali terjadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....