AS Klaim Kesepakatan dengan Iran Hampir Final, Teheran Membantah
- 12 Jun 2026 13:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Donald Trump mengklaim kesepakatan damai dengan Iran hampir tercapai, dengan dokumen perjanjian disebut sudah memasuki tahap finalisasi dan berpotensi ditandatangani dalam beberapa hari ke depan.
- Iran belum mengonfirmasi adanya kesepakatan final, dengan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan laporan tersebut masih bersifat spekulatif dan sejumlah poin penting masih dibahas.
- Komunitas internasional menyerukan deeskalasi konflik, sementara PBB serta negara-negara seperti Pakistan, Rusia, Tiongkok, Turki, India, dan Arab Saudi mendorong semua pihak kembali ke jalur diplomasi.
RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengklaim bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran hampir tercapai. Trump menyampaikan bahwa negosiasi telah menghasilkan kemajuan besar, dilansir dari BBC News, Jumat, 12 Juni 2026.
Trump mengatakan dokumen kesepakatan saat ini berada dalam tahap finalisasi yang diperkirakan selesai dalam beberapa hari ke depan. Ia juga mengatakan kemungkinan akan ada upacara penandatanganan kesepakatan di Eropa setelah seluruh dokumen diselesaikan.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama kesepakatan tersebut adalah memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir. Menurut Trump, hal itu merupakan pencapaian besar yang diharapkan dapat mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Meski demikian, Iran belum mengonfirmasi klaim tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan laporan kesepakatan masih bersifat spekulatif dan belum ada dokumen yang benar-benar difinalisasi.
Ia menegaskan bahwa Teheran masih mempelajari sejumlah poin penting dalam perundingan. Konflik antara AS dan Iran terus berlangsung sejak serangan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Walaupun kedua negara telah menyepakati gencatan senjata pada April lalu, bentrokan sporadis masih terjadi. Pekan ini, kedua pihak kembali terlibat dalam serangan balasan yang semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Trump juga menyatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah kesepakatan ditandatangani. Sementara itu, Israel mengonfirmasi adanya komunikasi antara Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait perkembangan negosiasi.
Namun, pemerintah Israel menegaskan bahwa mereka bukan pihak dalam nota kesepahaman yang sedang dibahas antara Washington dan Teheran. Di sisi lain, Iran menyebut sebagian besar isi dokumen perundingan sebenarnya telah disepakati.
Namun, Teheran menuduh Washington mengajukan tuntutan tambahan yang dianggap berlebihan. Pemerintah Iran juga menegaskan tidak akan melanggar garis merah yang telah ditetapkan dalam proses negosiasi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta sejumlah negara, termasuk Pakistan, Rusia, Tiongkok, Turki, India, dan Arab Saudi, menyerukan deeskalasi konflik. Mereka juga mendorong semua pihak untuk kembali ke jalur diplomasi guna mencegah konflik yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....