Menlu Iran Tegaskan Selat Hormuz Bukan Perairan Internasional
- 11 Jun 2026 13:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran menegaskan kedaulatannya atas Selat Hormuz, dengan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa jalur perairan strategis tersebut merupakan wilayah yang dimiliki bersama oleh Iran dan Oman, bukan perairan internasional.
- Teheran memperingatkan pasukan asing agar meninggalkan kawasan sekitar Selat Hormuz, seraya menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran selalu siaga dan kehadiran pihak asing berisiko memicu insiden keamanan.
- Iran tetap mengutamakan diplomasi, tetapi menegaskan siap merespons ancaman, termasuk dengan memperketat pengawasan di Selat Hormuz dan memperingatkan bahwa pelanggaran gencatan senjata dapat memicu respons yang lebih keras.
RRI.CO.ID, Teheran — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan hak kedaulatan negaranya atas Selat Hormuz. Ia juga memperingatkan pasukan asing agar meninggalkan kawasan tersebut, dilansir dari Press TV, Kamis, 11 Juni 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di platform X di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz bukan perairan internasional, melainkan wilayah yang dimiliki bersama oleh Iran dan Oman.
Ia menyatakan batas maritim di kawasan tersebut sangat jelas. Araghchi juga menyertakan peta yang menunjukkan pembagian wilayah negara-negara pesisir Teluk Persia serta kedaulatan Iran dan Oman atas jalur tersebut.
Dalam pernyataannya, Araghchi menyoroti keberadaan pasukan asing di dekat wilayah Iran. Ia menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran selalu siaga untuk menjaga wilayah udara, daratan, dan perairan negara tersebut dari setiap pelanggaran.
Menurut Araghchi, pasukan asing yang beroperasi di dekat wilayah Iran menghadapi berbagai Risiko. Risiko tersebut termasuk akibat kesalahan manusia, kecelakaan, atau kemungkinan terjebak dalam baku tembak.
Ia menyarankan pasukan asing segera meninggalkan kawasan tersebut, yang menurutnya tidak akan pernah bersahabat bagi kehadiran yang dianggap bermusuhan. Meski demikian, Araghchi menegaskan bahwa Iran tetap mengutamakan penyelesaian masalah melalui jalur diplomasi.
Namun, ia menambahkan bahwa negaranya juga memiliki kemampuan untuk merespons berbagai bentuk ancaman apabila diperlukan. Iran juga menyatakan telah memperketat pengawasan di Selat Hormuz setelah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Teheran turut menyoroti kebijakan blokade laut yang diumumkan Presiden AS Donald Trump dan menilai langkah tersebut melanggar ketentuan gencatan senjata. Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyatakan bahwa Iran tetap mengedepankan diplomasi untuk mengakhiri konflik.
Namun, ia menegaskan bahwa opsi lain tetap tersedia untuk menghadapi pihak yang dianggap sebagai agresor. Ia juga memperingatkan bahwa pelanggaran gencatan senjata dapat memicu respons yang lebih keras dari Teheran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....