Rusia Peringatkan Konflik AS-Iran Ancam Ekonomi Global

  • 12 Jun 2026 13:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rusia memperingatkan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran mengancam ekonomi global, serta menilai eskalasi terbaru telah memperburuk stabilitas dan keamanan di kawasan Timur Tengah.
  • Moskow mendesak semua pihak menahan diri dan kembali ke jalur diplomasi, dengan menekankan pentingnya melanjutkan perundingan untuk mencegah meluasnya konflik dan dampak ekonomi yang lebih besar.
  • Ketegangan meningkat setelah AS mengancam serangan tambahan terhadap Iran, sementara perundingan yang berlangsung sejak gencatan senjata April lalu.

RRI.CO.ID, Moskow — Rusia menyatakan bahwa meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi mengancam perekonomian global. Moskow menilai eskalasi terbaru telah memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah, dilansir dari Anadolu, Jumat, 12 Juni 2026.

Rusia juga memperingatkan bahwa situasi tersebut dapat menimbulkan dampak negatif yang lebih luas terhadap perekonomian internasional. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan situasi saat ini sangat mengkhawatirkan dan berisiko memperburuk kondisi keamanan regional.

Oleh karena itu, Rusia menyerukan semua pihak yang terlibat untuk menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang dapat memperparah konflik. Moskow juga kembali menegaskan pentingnya mengedepankan jalur diplomasi dan melanjutkan perundingan guna meredakan ketegangan.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika pertukaran serangan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki hari kedua berturut-turut. Konflik yang terus berlanjut meningkatkan kekhawatiran internasional terhadap kemungkinan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan akan melancarkan serangan tambahan apabila Teheran tidak segera menerima kesepakatan damai. Pemerintah AS juga menegaskan kesiapannya untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran jika situasi terus memburuk.

Sebelumnya, Trump menilai Iran terlalu lama dalam proses negosiasi dan harus menanggung konsekuensi atas sikap tersebut. Perundingan sejak gencatan senjata pada April lalu, yang dimediasi oleh Pakistan, berfokus pada upaya mengakhiri perang.

Negosiasi juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz yang penutupannya telah menghambat ekspor minyak dan gas dunia. Status program nuklir Iran juga menjadi salah satu isu utama yang terus dibahas dalam perundingan antara kedua pihak.

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan sangat prihatin terhadap perkembangan situasi. Moskow kembali mendesak semua pihak untuk segera menghentikan serangan dan kembali ke meja perundingan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....