Serangan AS Rusak Reservoir, 20 Ribu Warga Iran Kehilangan Akses Air Bersih

  • 11 Jun 2026 13:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekitar 20.000 warga di Kota Sirik kehilangan akses air bersih setelah dua reservoir yang memasok wilayah Bemani dan Kouhestak rusak akibat serangan Amerika Serikat.
  • Krisis air diperparah oleh cuaca panas ekstrem, dengan suhu mencapai 45–50 derajat Celsius, sehingga kondisi warga setempat menjadi sangat sulit dan kritis.
  • Iran mengecam serangan AS yang merusak infrastruktur sipil, sementara otoritas setempat berupaya mencari sumber pasokan air alternatif untuk desa-desa yang terdampak.

RRI.CO.ID, Sirik — Ribuan warga Iran kehilangan akses terhadap air bersih setelah serangan Amerika Serikat. Serangan tersebut merusak dua reservoir air di Kota Pelabuhan Sirik, Iran Selatan, dilansir dari South China Morning Post.

Media pemerintah Iran, Rabu, 10 Juni 2026 melaporkan bahwa sekitar 20.000 warga terdampak akibat kerusakan fasilitas penyimpanan air tersebut. Reservoir yang rusak memasok kebutuhan air bagi wilayah Bemani dan Kouhestak di Sirik.

Ribuan warga kehilangan akses terhadap air minum yang aman di tengah cuaca panas ekstrem yang melanda kawasan tersebut. Pejabat setempat menyatakan kondisi menjadi sangat kritis karena suhu udara berkisar antara 45 hingga 50 derajat Celsius.

“Sayangnya, setelah serangan ini, 20.000 penduduk di wilayah tersebut kehilangan akses terhadap air minum yang aman. Dengan suhu yang berkisar antara 45 hingga 50 derajat Celsius, kondisi bagi warga setempat menjadi sangat sulit dan kritis,” demikian pernyataan pejabat perusahaan air setempat.

Selain mengganggu pasokan air minum, kerusakan reservoir juga berdampak pada jaringan distribusi air di wilayah tersebut. Otoritas setempat menjelaskan bahwa kawasan itu memiliki cadangan air tanah yang terbatas sehingga sulit menggantikan fungsi reservoir yang rusak.

Oleh karena itu, upaya mencari sumber pasokan air alternatif bagi desa-desa terdampak terus dilakukan. Sementara itu, Amerika Serikat sebelumnya melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran selatan, termasuk Kota Jask, Sirik, dan Pulau Qeshm.

Pemerintah Iran mengecam serangan tersebut dan menyebutnya dilakukan dengan dalih yang tidak benar. Teheran menilai tindakan itu tidak dapat dibenarkan, terutama karena berdampak langsung pada infrastruktur sipil dan kebutuhan dasar masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....