Dave Laksono: Dialog Kawasan Fondasi ASEAN yang Inklusif dan Kompetitif
- 10 Jun 2026 19:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Hanoi – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, menegaskan pentingnya dialog dan kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, komunikasi yang konstruktif menjadi fondasi utama dalam membangun ASEAN yang inklusif, kompetitif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan global.
Pernyataan tersebut disampaikan Dave saat menghadiri ASEAN Future Forum 2026 di Hanoi. Forum tersebut menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk membahas berbagai isu strategis terkait masa depan kawasan ASEAN.
Dave mengatakan kehadiran delegasi Indonesia tidak hanya bertujuan berpartisipasi dalam diskusi regional. Kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra di Vietnam.
"Sepanjang rangkaian forum, delegasi Indonesia mengadakan sejumlah pertemuan dengan pemangku kepentingan Vietnam. Perihal ini, membahas potensi kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurut Dave, hubungan Indonesia dan Vietnam memiliki fondasi yang kuat serta terus berkembang di berbagai sektor. Karena itu, kedua negara dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas kerja sama yang saling menguntungkan.
Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah perdagangan dan investasi. Kedua negara dinilai dapat memperkuat hubungan ekonomi melalui akses pasar yang lebih terbuka, penguatan rantai pasok regional, serta penciptaan iklim usaha yang semakin kompetitif.
Selain sektor ekonomi, pembahasan juga mencakup pengembangan sektor kelautan. Sebagai negara maritim, Indonesia dan Vietnam memiliki kepentingan bersama dalam mendorong ekonomi biru dan meningkatkan nilai tambah industri berbasis kelautan.
Dave menambahkan sektor energi dan teknologi turut menjadi bagian penting dalam pembahasan. Kedua negara bertukar pandangan mengenai peluang investasi, pengembangan proyek energi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui transfer pengetahuan dan teknologi.
"Bidang energi juga dibahas, dengan pertukaran pandangan mengenai peluang investasi, pengembangan proyek, serta kerja sama yang mendukung ketahanan energi dan pertumbuhan berkelanjutan," katanya.
Menurut Dave, berbagai pertemuan selama forum menunjukkan adanya kesamaan visi antara Indonesia dan Vietnam dalam memperkuat kerja sama ekonomi, inovasi, serta pembangunan kapasitas sumber daya manusia. Hal tersebut dinilai sejalan dengan upaya memperkuat daya saing kawasan di tengah dinamika global yang terus berkembang.
"Kami melihat optimisme dan komitmen kuat dari berbagai pihak untuk memperluas ruang kerja sama yang saling menguntungkan. Hubungan Indonesia-Vietnam memiliki fondasi yang baik dan masih banyak peluang yang dapat dikembangkan bersama," ujarnya.
Dave menilai hasil pembahasan di Hanoi sejalan dengan semangat ASEAN untuk meningkatkan konektivitas, memperkuat ketahanan ekonomi, dan mendorong pertumbuhan yang inklusif. Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut juga menjadi bagian dari penguatan diplomasi parlemen dan diplomasi ekonomi di tingkat kawasan.
"Forum ini menunjukkan bahwa dialog dan kolaborasi tetap menjadi kunci dalam membangun masa depan ASEAN yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing. Indonesia akan terus mendorong kerja sama yang konkret dan berorientasi hasil demi terciptanya kemakmuran bersama di kawasan," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....