ASEAN Tegaskan Tak Akan Memihak dalam Rivalitas Global

  • 08 Agt 2026 16:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menlu RI Sugiono menegaskan kawasan ASEAN tidak boleh menjadi arena persaingan kekuatan besar dan tidak akan memihak.
  • Menlu RI menyebut, masyarakat ASEAN merupakan pihak yang pertama kali menanggung akibat, setiap kali tatanan internasional melemah.
  • Menlu Sugiono mendorong agar di usia ke-60 pada 2027, seluruh masyarakat ASEAN, harus terus percaya kepada asosiasi yang kini beranggotakan 11 negara tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan ASEAN tidak boleh menjadi arena persaingan kekuatan besar dan tidak akan memihak. Pernyataan itu disampaikannya pada peringatan Hari ASEAN ke-59 di Markas Besar ASEAN, Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026.

"ASEAN juga telah menegaskan bahwa kawasan kita tidak boleh menjadi arena persaingan kekuatan besar, dan ASEAN juga tidak akan memilih pihak. Karena pihak kita adalah, dan akan selalu menjadi, pihak masyarakat kita, yaitu kesejahteraan mereka, keamanan mereka, dan masa depan mereka," kata Sugiono.

Menurutnya, masyarakat ASEAN menjadi pihak yang pertama merasakan dampak ketika tatanan internasional melemah. Karena itu, ASEAN harus memperkuat kapasitasnya untuk menentukan jalannya sendiri dan menjalankan sentralitasnya secara penuh.

"Yakni, guna memberikan manfaat nyata dan membuat perbedaan yang berarti dalam kehidupan masyarakat. Para petani, pekerja, generasi muda, dan pekerja migran kita yang jauh dari rumah tidak mengukur keberhasilan ASEAN dari jumlah perjanjian yang kita tandatangani," ujarnya.

Sugiono menilai ASEAN harus mampu melindungi warganya setiap kali terjadi krisis. Menurutnya, kawasan juga perlu membangun ketahanan yang nyata di bidang pangan dan energi.

"Mereka mengukurnya dari apakah mereka dapat menyediakan makanan di atas meja, memperoleh pekerjaan yang layak, hidup dengan aman. Bahkan, memandang masa depan dengan penuh keyakinan," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan pendidikan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk memimpin ASEAN pada masa depan. Menurutnya, ASEAN memerlukan institusi yang lebih kuat, kapasitas yang lebih besar, dan sumber daya manusia yang memadai untuk mewujudkan aspirasi ASEAN Community Vision 2045.

Menjelang usia ke-60 ASEAN pada 2027, Sugiono mengajak seluruh masyarakat kawasan tetap percaya pada asosiasi yang kini beranggotakan 11 negara itu. Ia meyakini ASEAN mewakili nilai yang semakin langka dan berharga di dunia saat ini.

"Bahwa negara-negara tetangga, betapapun berbedanya, dapat memilih perdamaian daripada konflik. Bahwa dialog lebih kuat daripada pemaksaan, dan bahwa persatuan tetap dimungkinkan, bahkan di antara mereka yang tidak selalu sepakat," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....