PM Tailan Ingatkan ASEAN Lakukan Tiga Hal Prioritas Hadapi Masa Depan

  • 04 Agt 2026 21:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perdana Menteri Tailan, Anutin Charnvirakul mengingatkan ASEAN untuk melakukan tiga hal prioritas dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
  • Memperkuat regionalisme menjadi hal pertama yang harus dilakukan ASEAN di tengah dunia yang semakin terfragmentasi.
  • Prioritas kedua adalah ketahanan yang dipandang tidak lagi sekadar berarti mampu pulih setelah krisis.

RRI.CO.ID, Jakarta - Perdana Menteri Tailan, Anutin Charnvirakul mengingatkan ASEAN untuk melakukan tiga hal prioritas dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Hal itu disampaikan PM Anutin saat menyampaikan pidato politik pada Selasa, 4 Agustus 2026 di Markas Besar ASEAN, Jakarta.

PM Anutin menyebut, memperkuat regionalisme menjadi hal pertama yang harus dilakukan ASEAN di tengah dunia yang semakin terfragmentasi. Serta, menegaskan akan pentingnya persatuan dan sentralitas ASEAN yang semakin penting di masa depan.

“Namun sentralitas tersebut hanya dapat dipertahankan apabila kita mampu mengelola tantangan di kawasan kita sendiri. Prinsip konsensus dan nonintervensi tetap menjadi fondasi utama ASEAN,” ujarnya menambahkan.

“Tetapi, penerapannya harus disertai fleksibilitas dan pragmatisme yang diperlukan untuk menjaga persatuan. Sekaligus memungkinkan adanya tindakan yang bermakna.” katanya.

Prioritas kedua adalah ketahanan yang dipandang tidak lagi sekadar berarti mampu pulih setelah krisis. Melainkan, ketahanan berarti mempersiapkan diri sebelum gangguan terjadi.

PM Anutin menekankan, ASEAN harus memperluas kemitraan dengan negara-negara berkekuatan menengah serta mitra di kawasan Global South. Yakni, yang memiliki komitmen yang sama terhadap tatanan internasional yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan.

“Dengan menghubungkan kekuatan yang kita miliki dan mendiversifikasi kerja sama. Kita dapat menciptakan lebih banyak pilihan, mengurangi ketergantungan, dan menjaga otonomi strategis kita,” ucapnya.

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyalami PM Anutin usai memberikan sambutan untuk kunjungan PM Tailan ke Markas Besar ASEAN (Foto: RRI/ Retno Mandasari)

Sedangkan, prioritas ketiga adalah menjaga relevansi ASEAN, dengan memastikan relevansi itu harus terus diperoleh melalui kontribusi yang nyata terhadap urusan kawasan dan dunia. ASEAN dinilai harus tetap menjadi wadah yang dipercaya oleh para mitra untuk membangun kerja sama yang konstruktif dan saling menguntungkan.

“Pada akhirnya, masyarakat kita sendirilah yang akan menilai masa depan ASEAN, hal itu berarti kita harus bertindak bersama menghadapi ancaman lintas batas seperti penipuan daring. Kemudian, kejahatan siber, dan perdagangan orang dan hal itu juga berarti membekali generasi muda kita dengan keterampilan dan peluang untuk membentuk masa depan kawasan,” kata PM Anutin menekankan.

Sementara, ASEAN menghadapi tantangan, baik dari dalam maupun dari luar kawasan dan kondisi ini semakin menegaskan pentingnya persatuan dan solidaritas ASEAN. Serta kemampuan kolektif kita untuk merespons secara efektif berbagai kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Situasi tersebut juga mengingatkan kita akan pentingnya komitmen terhadap perdamaian, saling menghormati, dan penyelesaian sengketa secara damai. Serta, kesetaraan berdasarkan hukum internasional sebagaimana tercantum dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC), yang tahun ini memperingati hari jadinya ke-50,” kata Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn pada kesempatan yang sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....