Putin Tolak Tawaran Pertemuan Zelenskyy, Tegaskan Target Perang Tak Berubah
- 06 Jun 2026 16:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Rusia Vladimir Putin menolak tawaran pertemuan langsung dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan menegaskan Rusia akan tetap melanjutkan tujuan militernya di Ukraina, termasuk di wilayah Donbas.
- Putin menyatakan posisi Rusia tidak berubah dengan tetap menuntut pengakuan atas wilayah yang dikuasai, sementara Zelenskyy menilai penolakan tersebut menunjukkan Moskow berkeinginan mengakhiri perang melalui diplomasi.
- Usulan perdamaian Zelenskyy mendapat dukungan dari Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, ia dijadwalkan bertemu para pemimpin Inggris dan Jerman untuk membahas langkah lanjutan menuju perdamaian.
RRI.CO.ID, Moskow — Presiden Rusia, Vladimir Putin, menolak tawaran Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengadakan pertemuan tatap muka guna membahas upaya mengakhiri perang. Putin menegaskan bahwa Rusia tetap berkomitmen mencapai seluruh tujuan militernya di Ukraina, termasuk menguasai wilayah Donbas.
Melansir dari The Guardian, Sabtu, 6 Juni 2026, pernyataan tersebut disampaikan Putin saat menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg. Ia mengatakan belum melihat manfaat dari pertemuan langsung dengan Zelenskyy.
Putin juga menyebut surat terbuka yang berisi tawaran tersebut sebagai surat yang tidak sopan. Sebelumnya, Zelenskyy mengusulkan pertemuan di negara ketiga seperti Swiss atau Turki.
Dalam suratnya, pemimpin Ukraina itu juga menawarkan gencatan senjata penuh selama proses negosiasi berlangsung. Ia menegaskan bahwa diplomasi harus dimulai dari garis depan konflik saat ini.
Namun, Putin menegaskan bahwa posisi Rusia tidak berubah. Ia menyatakan Rusia akan tetap mencapai seluruh target militernya dan mengklaim pasukannya telah menguasai seluruh wilayah Luhansk.
Ia juga mengklaim menguasai lebih dari 85 persen wilayah Donetsk dan menuntut agar Ukraina menyerahkan wilayah Kherson dan Zaporizhzhia. Putin mengatakan syarat-syarat tersebut diperlukan untuk mencapai perdamaian jangka panjang.
Putin juga mempertanyakan tujuan sebenarnya dari surat Zelenskyy dan menilai tawaran pertemuan itu tidak ditujukan untuk menghasilkan dialog yang produktif. Menanggapi penolakan tersebut, Zelenskyy mengatakan langkah Kremlin menunjukkan bahwa Rusia tidak memiliki keinginan untuk mengakhiri perang.
Menurutnya, Moskow kembali memilih jalur konflik dibandingkan diplomasi, meskipun peluang perundingan masih terbuka. Di tengah kebuntuan diplomatik, Ukraina terus meningkatkan serangan terhadap berbagai target strategis Rusia.
Sementara itu, tawaran perdamaian Zelenskyy mendapat dukungan dari sejumlah sekutu Barat. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyambut baik gagasan pertemuan langsung antara kedua pemimpin.
Zelenskyy juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, di London. Selain itu, ia akan mengadakan pembicaraan dengan Kanselir Jerman, Friedrich Merz, untuk membahas langkah lanjutan menuju perdamaian.
Dalam forum yang sama, Putin turut membela kondisi ekonomi Rusia dari kritik negara-negara Barat. Ia menegaskan bahwa Rusia tetap mampu bertahan di tengah tekanan sanksi internasional dan akan terus melanjutkan tujuan perangnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....