Zelenskyy Selidiki Usulan Gencatan Senjata Rusia di tengah Konflik Berlanjut

  • 01 Mei 2026 15:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy meminta klarifikasi atas proposal gencatan senjata jangka pendek yang diajukan Rusia kepada Donald Trump, yang direncanakan bertepatan dengan Hari Kemenangan Rusia pada 9 Mei.
  • Pihak Ukraina menginginkan kesepakatan damai yang lebih panjang, sementara Kremlin menyatakan belum ada keputusan final dan otoritas berada pada Presiden Rusia Vladimir Putin.
  • Meski ada pembahasan gencatan senjata, konflik tetap berlanjut dengan serangan di Dnipro dan Odesa serta serangan balasan Ukraina ke wilayah Rusia, menandakan eskalasi masih berlangsung.

RRI.CO.ID, Kyiv — Presiden Volodymyr Zelenskyy tengah mencari rincian proposal gencatan senjata yang diajukan Rusia di tengah konflik yang masih berlangsung. Usulan tersebut disampaikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Gencatan senjata itu dijadwalkan berlangsung pada 9 Mei, bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan di Rusia. Zelenskyy menyampaikan bahwa Ukraina telah menginstruksikan perwakilannya untuk menghubungi pihak Amerika Serikat.

Melansir dari NPR, Jumat, 1 Mei 2026, hal tersebut bertujuan untuk mengklarifikasi detail usulan tersebut. Ia menegaskan bahwa gencatan senjata yang diajukan bersifat jangka pendek, sementara Ukraina menginginkan kesepakatan yang lebih panjang dan berkelanjutan.

Pihak Kremlin melalui juru bicara Dmitry Peskov menyatakan bahwa belum ada keputusan final, dan keputusan akhir tetap berada di tangan Putin. Di tengah wacana gencatan senjata, serangan Rusia dilaporkan masih terus berlangsung di wilayah Ukraina.

Di kota Dnipro, satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka akibat serangan drone, sementara bangunan dan kendaraan mengalami kerusakan. Di Odesa, serangan drone Rusia menargetkan infrastruktur sipil dan melukai 20 orang.

Sebagai respons, Ukraina juga melancarkan serangan ke dalam wilayah Rusia. Target serangan termasuk wilayah Perm di Pegunungan Ural, di mana kilang minyak Lukoil terdampak serangan drone.

Gubernur wilayah Dmitry Makhonin menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Serangan lain juga terjadi di pelabuhan Tuapse, menyebabkan kebakaran di kilang minyak yang akhirnya berhasil dipadamkan.

Meski ada pembahasan mengenai kemungkinan gencatan senjata, situasi di lapangan menunjukkan konflik antara Rusia dan Ukraina masih terus memanas. Tidak ada tanda-tanda konflik akan mereda dalam waktu dekat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....