PBB: Lebih dari 1.000 Palet Bantuan Berhasil Masuk ke Gaza
- 05 Jun 2026 14:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PBB melaporkan lebih dari 1.000 palet bantuan kemanusiaan berhasil masuk ke Gaza melalui perlintasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem, meski distribusinya masih menghadapi pembatasan dan keterlambatan.
- Kemacetan di pos pemeriksaan baru menghambat enam truk tangki bahan bakar, sehingga mengurangi pasokan yang dibutuhkan untuk operasional rumah sakit, fasilitas desalinasi air, dan layanan penting lainnya.
- OCHA menyatakan ribuan pasien masih membutuhkan perawatan khusus yang tidak tersedia di Gaza, sementara produksi air turun sekitar 20 persen, sehingga diperlukan lebih banyak pasokan medis, suku cadang, dan bahan pengolahan air.
RRI.CO.ID, Gaza — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan lebih dari 1.000 palet bantuan kemanusiaan berhasil masuk ke Gaza dalam satu hari. Meski demikian, terdapat pembatasan baru dan keterlambatan di pos pemeriksaan yang diterapkan Israel.
Melansir dari Xinhua, Jumat, 5 Juni 2026, bantuan tersebut disalurkan melalui perlintasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem. Perlintasan tersebut saat ini menjadi satu-satunya akses masuk bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan bantuan yang berhasil diambil mencakup paket kebersihan, terpal, selimut, dan obat-obatan. Namun, OCHA mengungkapkan bahwa konvoi bantuan masih menghadapi keterlambatan signifikan akibat kemacetan di pos pemeriksaan baru di Gaza selatan.
Menurut OCHA, kemacetan tersebut menghambat enam truk tangki bahan bakar untuk mencapai perlintasan pada Selasa, 2 Juni 2026. Kondisi itu menyebabkan volume bahan bakar yang dapat diambil berkurang secara signifikan.
Padahal, pasokan bahan bakar sangat penting untuk menjaga operasional rumah sakit, fasilitas desalinasi air, dan berbagai layanan dasar lainnya. OCHA juga melaporkan hampir 100 pasien dan lebih dari 130 pendamping berhasil dievakuasi dari Gaza selama dua pekan terakhir Mei.
Proses evakuasi tersebut dilakukan dengan dukungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mitra kemanusiaan lainnya. Meski demikian, ribuan pasien lainnya masih membutuhkan perawatan medis khusus yang tidak tersedia di Gaza.
Banyak di antara mereka mengalami cedera serius yang memerlukan penanganan lanjutan. Sementara itu, jalur rujukan ke fasilitas kesehatan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, masih diblokir oleh otoritas Israel.
OCHA menegaskan peningkatan layanan kesehatan di Gaza sangat mendesak dan membutuhkan masuknya lebih banyak peralatan serta pasokan medis penting. Selain itu, mitra kemanusiaan yang bekerja di sektor air melaporkan bahwa produksi air di Gaza turun sekitar 20 persen pada Mei.
OCHA kembali menyerukan agar suku cadang, pompa, pipa, oli mesin, dan bahan kimia pengolahan air dapat masuk secara berkelanjutan. Organisasi tersebut menilai pasokan itu sangat penting untuk memastikan layanan air bersih dan kebutuhan dasar lainnya tetap tersedia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....