Arab Saudi Salurkan Bantuan 25.000 Makanan Hangat untuk Warga Gaza

  • 01 Jun 2026 17:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Arab Saudi menyalurkan bantuan 25.000 makanan hangat untuk warga Gaza.
  • Bantuan ini diberikan langsung dari dapur pusat “Pusat Bantuan dan Penyelamatan Kemanusiaan Raja Salman” (KSrelief).
  • Upaya ini juga disebut sebagai bagian dari inisiatif kemanusiaan Kerajaan Arab Saudi yang berkelanjutan, yang diimplementasikan melalui KSrelief.

RRI.CO.ID, Gaza - Arab Saudi menyalurkan bantuan 25.000 makanan hangat untuk warga Gaza. Bantuan ini diberikan langsung dari dapur pusat “Pusat Bantuan dan Penyelamatan Kemanusiaan Raja Salman” (KSrelief).

Puluhan ribu makanan disalurkan kepada kelompok-kelompok yang paling rentan di Gaza tengah dan selatan. Hal ini juga merupakan bagian dari kampanye Arab Saudi untuk mendukung rakyat Palestina yang bersaudara di Jalur Gaza, dilansir Kantor Berita Arab Saudi (SPA), Senin, 1 Juni 2026.

Selain, upaya ini juga disebut sebagai bagian dari inisiatif kemanusiaan Kerajaan Arab Saudi yang berkelanjutan, yang diimplementasikan melalui KSrelief. Utamanya, untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada rakyat Palestina.

Sementara, warga Gaza yang menjadi korban serangan zionis Israel terus saja berjatuhan, bahkan saat warga muslim di wilayah itu merayakan Iduladha pekan lalu. Kantor HAM PBB, OHCHR melaporkan 26 warga Palestina tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak Selasa, 26 Mei 2026 atau sehari sebelum perayaan Iduladha.

Laporan yang dirilis Jumat, 29 Mei 2026 itu berdasarkan informasi yang diberikan para pemantau mereka di Wilayah yang Diduduki (OPT). Mereka mengatakan 12 warga Palestina tewas dalam tiga serangan udara pada 26 Mei, demikian dilansir UN News.

OHCHR turut mencatat pasukan Israel telah membunuh 922 warga Palestina dalam serangan sejak pengumuman gencatan senjata pada bulan Oktober. Sehingga, jumlah korban tewas secara keseluruhan sejak serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 mencapai hampir 73.000, menurut otoritas setempat.

Para penyelidik HAM juga menanggapi pengumuman pada Kamis oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang telah mengarahkan pasukan Israel. Yaitu, untuk memperluas penempatan mereka hingga mencakup 70 persen wilayah Gaza.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....