PBB Laporkan Korban Meninggal di Gaza Terus Bertambah
- 30 Mei 2026 16:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kantor HAM PBB, OHCHR melaporkan 26 warga Palestina tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak Selasa, 26 Mei 2026 atau sehari sebelum perayaan Iduladha.
- OHCHR turut mencatat pasukan Israel telah membunuh 922 warga Palestina dalam serangan sejak pengumuman gencatan senjata pada bulan Oktober.
- Para penyelidik HAM juga menanggapi pengumuman pada Kamis oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang telah mengarahkan pasukan Israel.
RRI.CO.ID, Jakarta - Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR) atau Kantor HAM PBB melaporkan sebanyak 26 warga Palestina meninggal dunia di Gaza. Korban tercatat dalam serangan sejak 26 Mei 2026.
Sebanyak 12 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia dalam tiga serangan udara terpisah. Seorang remaja perempuan juga meninggal akibat luka serangan sebelumnya.
Serangan sebelumnya turut mengakibatkan seorang perempuan dan seorang anak perempuan meninggal dunia. Korban berasal dari sejumlah lokasi berbeda di Gaza.
Sementara itu, empat pria dilaporkan meninggal dunia dalam serangan di sebuah kamp pengungsian. Insiden terjadi setelah penolakan penggeledahan oleh kelompok bersenjata.
Dua pria lainnya meninggal ketika sebuah kendaraan menjadi sasaran serangan. Peristiwa itu terjadi di wilayah Khan Younis, Gaza Selatan.
Serangan lain menghantam sebuah apartemen di Kota Gaza. Seorang komandan Brigade Al Qassam dilaporkan menjadi korban.
Istri dan tiga anak komandan tersebut turut dilaporkan meninggal dunia. Seorang perempuan yang melintas juga menjadi korban.
“Pemantau kami mencatat korban sipil terus berjatuhan dalam berbagai serangan. Situasi kemanusiaan di Gaza tetap menjadi perhatian serius,” tulis OHCHR.
OHCHR juga mencatat 922 warga Palestina meninggal dunia sejak pengumuman gencatan senjata Oktober lalu. Jumlah korban keseluruhan mendekati 73 ribu jiwa.
Data korban tersebut mengacu pada catatan otoritas setempat di Gaza. Angka terus bertambah seiring berlanjutnya konflik.
“Para penyelidik HAM terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Dampak konflik terhadap warga sipil menjadi perhatian utama,” lanjut laporan itu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....