Indonesia dan 7 Negara Kecam Aksi Pemukim Israel di Kompleks Al-Aqsa

  • 04 Jun 2026 13:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri luar negeri dari Arab Saudi, Indonesia, Pakistan, Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Turkiye mengutuk aksi pemukim Israel yang memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki.
  • Negara-negara Arab dan Islam menolak segala upaya yang dapat mengubah karakter historis, hukum, dan demografis Yerusalem Timur serta mengancam situs suci Islam dan Kristen.
  • Kompleks Al-Aqsa, yang dikelola oleh Kementerian Wakaf Yordania, telah lama menjadi titik konflik sejak Yerusalem Timur diduduki Israel pada 1967.

RRI.CO.ID, Yerusalem — Negara-negara Arab dan Islam mengutuk penyerbuan Masjid Al-Aqsa yang dilakukan oleh pemukim Israel di Yerusalem Timur yang diduduki. Kecaman tersebut disampaikan para menteri luar negeri dari Arab Saudi, Indonesia, Pakistan, Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Turki.

Dalam insiden tersebut, para pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa dan mengibarkan bendera Israel di tangga menuju Kubah Batu. Mereka juga meneriakkan slogan-slogan dan menyanyikan lagu kebangsaan Israel di bawah perlindungan aparat kepolisian.

Para pemukim diketahui memasuki kompleks tersebut melalui Gerbang Al-Maghrabah yang berada di bawah kendali otoritas Israel. Para menteri luar negeri menegaskan penolakan terhadap setiap upaya yang dapat mengubah karakter historis, hukum, dan demografis Yerusalem Timur.

Mereka juga menolak segala tindakan yang mengancam kesucian situs-situs suci Islam dan Kristen di wilayah tersebut. Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga dalam Islam.

Tempat tersebut telah lama menjadi titik ketegangan dan bentrokan, termasuk serangan pemukim serta pembatasan terhadap jamaah Muslim. Hal tersebut terjadi sejak Yerusalem Timur diduduki pada tahun 1967.

Kompleks Al-Aqsa saat ini dikelola oleh Kementerian Wakaf Yordania. Lembaga tersebut memiliki otoritas resmi dalam pengelolaan dan pengaturan akses ke area tersebut.

Sementara itu, sejumlah pemukim Israel menyebut kawasan itu sebagai Temple Mount.

Mereka berupaya membangun kehadiran di lokasi tersebut untuk pelaksanaan ibadah Yahudi pada waktu tertentu, dengan dukungan sejumlah politisi Israel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....