Sekjen PBB Desak Aksi Cepat untuk Mengatasi Krisis Iklim

  • 04 Jun 2026 13:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyatakan dunia telah mengalami 11 tahun terpanas dalam sejarah pencatatan dan mendesak negara-negara untuk mempercepat pengurangan emisi gas rumah kaca guna menekan dampak pemanasan global.
  • PBB menegaskan kesiapan untuk memperluas kerja sama dengan Tiongkok dan berbagai mitra dalam pengembangan energi terbarukan, konservasi keanekaragaman hayati, pembangunan kota berkelanjutan, serta penguatan keuangan hijau.
  • Peringatan yang digelar oleh United Nations Environment Programme (UNEP) di Beijing menyoroti perubahan iklim sebagai tantangan paling mendesak bagi umat manusia dan mendorong masyarakat mengubah kesadaran lingkungan menjadi tindakan nyata.

RRI.CO.ID, Beijing — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa dunia telah mengalami 11 tahun terpanas dalam sejarah pencatatan. Peringatan tersebut disampaikan pada Selasa, 2 Juni 2026 melalui sebuah pesan video, dilansir dari Xinhua.

Video pernyataan tersebut disampaikan menjelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni. Acara peringatan tersebut digelar oleh Kantor Program Lingkungan PBB (UNEP) di Tiongkok, Beijing.

Guterres menyerukan agar negara-negara segera mempercepat pengurangan emisi gas rumah kaca serta meningkatkan upaya dalam menghadapi pemanasan global. Ia menekankan perubahan iklim telah memberikan dampak berat terhadap ekosistem, keanekaragaman hayati, kesehatan masyarakat, dan ekonomi di seluruh dunia.

Oleh karena itu, diperlukan tindakan yang lebih cepat dan tegas. Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Residen PBB di Tiongkok, Stephen Jackson, menyatakan bahwa sistem PBB siap memperkuat kerja sama.

Kerja sama tersebut dilakukan dengan Tiongkok dan mitra lainnya. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan energi terbarukan, konservasi keanekaragaman hayati, pembangunan perkotaan berkelanjutan, serta penguatan keuangan hijau.

Kepala Kantor UNEP Tiongkok, Wang Qian, menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan salah satu tantangan paling mendesak bagi umat manusia. Ia juga menekankan pentingnya mengubah kesadaran lingkungan menjadi tindakan nyata.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia telah ditetapkan sejak tahun 1972. Perayaan ini kini menjadi salah satu platform terbesar PBB untuk kampanye lingkungan global.

Peringatan tahun ini berfokus pada isu perubahan iklim. Berbagai kegiatan publik digelar untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong gaya hidup berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....