Iran: Pelanggaran Gencatan Senjata Israel di Lebanon Jadi Tanggung Jawab AS
- 02 Jun 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran mengatakan AS bertanggung jawab atas konsekuensi pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel di Lebanon dan menilai Washington turut memikul tanggung jawab atas dugaan pelanggaran yang terjadi.
- Teheran mengatakan Israel berulang kali melanggar gencatan senjata, yang menurutnya telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan luka-luka, jutaan warga mengungsi, serta kerusakan infrastruktur dan permukiman sipil di Lebanon.
- Iran menegaskan akan mempertahankan kepentingan nasionalnya berdasarkan hak membela diri menurut hukum internasional, serta memperingatkan bahwa pelanggaran gencatan senjata dapat mengancam perdamaian dan keamanan kawasan.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran menuduh Amerika Serikat bertanggung jawab atas konsekuensi pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel di Lebanon. Tuduhan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran.
Melansir dari Anadolu, Selasa, 2 Juni 2026. pernyataan tersebut menegaskan bahwa Teheran akan mempertahankan kepentingannya jika diperlukan. Iran menyatakan, perjanjian gencatan senjata yang dicapai pada 8 April telah menghentikan perang terhadap Iran di berbagai front, termasuk Lebanon.
Menurut Teheran, kesepakatan tersebut seharusnya berlaku secara menyeluruh. Namun, sejak diberlakukan AS disebut berulang kali melakukan pelanggaran terhadap perjanjian itu, termasuk campur tangan terhadap pelayaran komersial Iran.
Dalam pernyataannya, Iran juga menuduh Israel berulang kali melanggar gencatan senjata di Lebanon. Teheran menyebut serangan-serangan Israel telah melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, dan menewaskan serta melukai ribuan warga.
Serangan-serangan tersebut juga memaksa sekitar dua juta orang mengungsi dan menyebabkan kerusakan pada infrastruktur serta rumah-rumah warga sipil. Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa pelanggaran gencatan senjata di satu front harus dianggap sebagai pelanggaran terhadap seluruh kesepakatan.
Iran menilai Washington tetap memikul tanggung jawab langsung atas dugaan pelanggaran yang terjadi. Meski demikian, Iran mengakui bahwa Amerika Serikat sempat menekan Israel untuk menghentikan serangan pada awal masa gencatan senjata.
Iran juga memperingatkan bahwa pelanggaran gencatan senjata berpotensi mengancam perdamaian dan keamanan kawasan. Teheran kembali menyerukan penghentian serangan di Lebanon serta menegaskan haknya untuk membela diri berdasarkan hukum internasional.
Pemerintah Iran menyatakan akan menggunakan seluruh kemampuan yang dimilikinya untuk melindungi kepentingan nasionalnya di mana pun dianggap perlu. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perselisihan antara Iran dan Amerika Serikat setelah tercapainya gencatan senjata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....