Israel Terus Serang Lebanon, Jadi Alasan Iran Hentikan Perundingan Damai
- 02 Jun 2026 21:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran menangguhkan perundingan dengan Amerika Serikat sebagai protes terhadap meluasnya operasi militer Israel di Lebanon dan menegaskan bahwa kesepakatan damai harus mencakup penghentian serangan di seluruh front konflik.
- Teheran menuduh Washington ikut bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran gencatan senjata, sementara Donald Trump mengklaim telah melakukan komunikasi dengan Israel dan Hizbullah untuk mendorong penghentian aksi saling serang.
- Iran memperingatkan kemungkinan respons yang lebih tegas, termasuk mempertimbangkan penutupan Selat Hormuz dan gangguan lalu lintas di Selat Bab el-Mandeb.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran menangguhkan perundingan penting dengan Amerika Serikat sebagai bentuk protes terhadap meluasnya operasi militer Israel di Lebanon. Keputusan tersebut dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Tasnim dan dinilai dapat mempersulit upaya mengakhiri konflik.
Melansir dari NBC News, Selasa (2/6/2026), Iran menyatakan akan menghentikan sementara pembicaraan dan pertukaran dokumen melalui para mediator. Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan akibat serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa Teheran dapat mengambil tindakan balasan jika serangan Israel tidak dihentikan. Ia menegaskan bahwa Iran telah berupaya menghentikan serangan Israel dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, setiap kesepakatan damai harus mencakup penghentian serangan di seluruh front konflik, terutama di Lebanon. Kementerian Luar Negeri Iran juga mengatakan Amerika Serikat ikut bertanggung jawab atas situasi yang berkembang.
Teheran menilai Washington memikul tanggung jawab atas dugaan pelanggaran gencatan senjata serta tindakan Israel di Lebanon. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa upaya diplomatik masih terus dilakukan.
Trump mengaku telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan perwakilan Hizbullah mengenai langkah-langkah untuk meredakan ketegangan. Menurut Trump, Israel dan Hizbullah telah menyetujui penghentian aksi saling serang.
Kedutaan Besar Lebanon di Washington menyatakan bahwa Hizbullah telah menerima proposal Amerika Serikat mengenai penghentian serangan timbal balik. Berdasarkan usulan tersebut, serangan Israel ke pinggiran selatan Beirut akan dihentikan sebagai imbalan atas penghentian serangan Hizbullah terhadap Israel.
Rencana itu juga diharapkan dapat diperluas ke seluruh wilayah Lebanon. Sementara itu, Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi memperingatkan, serangan yang berlanjut dapat memicu respons militer dari Iran.
Teheran disebut sedang mempertimbangkan kemungkinan menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran energi penting dunia. Iran juga mempertimbangkan langkah untuk mengganggu lalu lintas di Selat Bab el-Mandeb sebagai bentuk tekanan terhadap Israel dan para pendukungnya.
Ancaman tersebut memicu kenaikan harga minyak dunia. Sementara itu, ketegangan militer antara AS dan Iran masih terjadi meski gencatan senjata secara resmi tetap berlaku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....