Kuliner Khas yang Dihidangkan saat Hari Waisak dari Berbagai Negara

  • 30 Mei 2026 12:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari Waisak diperingati umat Buddha di berbagai negara untuk mengenang kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Buddha Gautama, dengan beragam tradisi serta sajian kuliner khas yang mencerminkan budaya lokal.
  • Masyarakat Tibet hanya mengonsumsi buah dan sayur sebagai simbol penghormatan terhadap kehidupan, sementara umat Buddha di Jepang menikmati chirashi, hidangan sushi dengan sayuran dan aneka seafood dalam festival Hana Matsuri.
  • Sri Lanka dan India menyajikan hidangan khas bercita rasa tradisional, yaitu kaju paan dan kheer.

RRI.CO.ID, Jakarta — Hari Waisak merupakan salah satu hari penting bagi umat Buddha di seluruh dunia. Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu kelahiran, pencerahan, dan kematian.

Waisak dirayakan dengan meriah di berbagai negara, termasuk penyajian kuliner khas yang berbeda-beda di tiap wilayah. Berikut merupakan negara-negara dengan kuliner khas yang disajikan saat Hari Waisak, dilansir dari berbagai sumber, Sabtu, 30 Mei 2026.

Tibet

Di Tibet, perayaan Waisak diisi dengan tradisi unik berupa pelepasan hewan ke alam bebas, seperti ikan dan ayam. Umat Buddha setempat meyakini bahwa tindakan tersebut merupakan perbuatan terpuji yang mendatangkan pahala.

Oleh karena itu, selama Waisak, masyarakat Tibet tidak mengonsumsi makanan berbasis hewan. Umat Buddha di Tiber hanya menyajikan buah serta sayur saat merayakan Hari Waisak.

Jepang

Di Jepang, Waisak dirayakan melalui festival bunga Hana Matsuri yang memperingati kelahiran Buddha. Salah satu makanan khas yang disajikan adalah chirashi, yaitu sushi yang disajikan dengan sayuran dan aneka seafood.

Sri Lanka

Di Sri Lanka, makanan khas Waisak adalah kaju paan yang juga kerap disajikan dalam perayaan keagamaan lain. Makanan ini dibuat dari campuran tepung kacang mete dan bahan lainnya, diisi dengan gula, kacang almond, dan kelopak bunga mawar.

India

Di India, Waisak yang dikenal sebagai Buddha Purnima dirayakan dengan beribadah di kuil serta menikmati hidangan khas kheer. Kheer merupakan bubur nasi yang dimasak dengan susu, gula, kismis, kapulaga, dan kacang almond.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....