Tradisi Perayaan Hari Waisak dari Berbagai Negara di Dunia

  • 30 Mei 2026 12:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari Waisak diperingati umat Buddha di seluruh dunia sebagai perayaan untuk mengenang tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu kelahiran, pencerahan, dan wafatnya.
  • Setiap negara memiliki tradisi Waisak yang khas, seperti upacara Yufojie atau memandikan Buddha di Tiongkok, Festival Hana-matsuri di Jepang, Visakha Puja di Thailand, Le Phat Dan di Vietnam, serta Visak Bochea di Kamboja.
  • Perayaan Waisak juga mencerminkan nilai kepedulian dan penghormatan, terlihat dari tradisi Dansala dan Pandol di Sri Lanka, konsumsi makanan vegetarian pada Buddha Purnima di India, serta penghormatan khusus terhadap Buddha.

RRI.CO.ID, Jakarta — Hari Waisak menjadi salah satu perayaan penting yang diperingati umat Buddha di dunia. Perayaan ini juga sekaligus mengenang kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Siddhartha Gautama, yang dikenal sebagai Buddha.

Pada hari Waisak, umat Buddha biasanya berkumpul di kuil, menyanyikan pujian, serta memberikan persembahan kepada para biksu sebagai bentuk penghormatan. Berikut merupakan perayaan dan tradisi Hari Waisak dari beberapa negara, dilansir dari berbagai sumber, Sabtu, 30 Mei 2026.

Upacara Yufojie

Di Tiongkok, hari ini dikenal sebagai fódàn dan dirayakan di kuil-kuil dengan dupa serta persembahan. Salah satu tradisi utamanya adalah upacara Yufojie atau “memandikan Buddha” dengan menuangkan air wangi ke patung bayi Buddha.

Patung bayi tersebut jari telunjuk kanannya menunjuk ke atas ke langit dan jari kiri ke bawah ke bumi, merujuk pada kelahirannya. Di Hong Kong dan Taiwan, perayaan ini bahkan menjadi hari libur resmi.

Festival Hana-matsuri

Jepang memiliki tradisi unik dengan fokus pada bunga teratai, serta ritual memandikan patung Buddha menggunakan teh manis. Tradisi tersebut dilakukan dalam acara utama yang disebut Kanbutsu-e atau festival Hana-matsuri (Festival Bunga).

Visakha Puja

Di Thailand, Hari Waisak disebut dengan Visakha Puja diperingati dengan mendengarkan ceramah biksu. Umat Buddha juga memberikan persembahan berupa makanan, bunga, dan lilin yang melambangkan ketidakkekalan hidup.

Le Phat Dan

Di Vietnam, perayaan Hari Waisak atau yang disebut juga Le Phat Dan ditandai dengan parade dan lentera. Parade tersebut menghiasi jalan-jalan serta kuil yang menjadi pusat kegiatan keagamaan.

Dansala dan Pandol

Hari Waisak di Sri Lanka berlangsung selama dua hari dengan penutupan toko minuman keras dan rumah potong hewan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada kematian selama perayaan.

Dansala, yaitu bufet gratis untuk para biksu dan kaum miskin, dibuka selama perayaan Waisak. Sementara itu, pandol, yakni gerbang dekoratif yang melambangkan pencerahan, dibangun dengan berbagai kisah kehidupan Buddha yang ditampilkan di seluruh negeri.

Visak Bochea

Di Kamboja, Hari Waisak disebut juga dengan Visak Bochea. Hari tersebut dirayakan dengan arak-arakan biksu yang membawa bendera Buddhis, bunga, dan dupa di jalan-jalan.

Buddha Purnima/Buddha Jayanthi

Di India, perayaan Hari Waisak dikenal sebagai Buddha Purnima atau Buddha Jayanthi. Hari tersebut dirayakan dengan berbagai tradisi lokal, termasuk mengenakan pakaian putih dan mengonsumsi makanan vegetarian sebagai bentuk persembahan.

Penghormatan Buddha

Di Nepal, tempat kelahiran Buddha, Suku Newar di Lembah Kathmandu, yang mengklaim keturunan dari klan Buddha, sangat menghormati hari ini. Perayaan dilakukan dengan penuh penghormatan melalui pakaian putih dan persembahan makanan manis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....