PBB Peringatkan Eskalasi Berbahaya Rusia–Ukraina, Desak Kembali ke Meja Perunding

  • 29 Mei 2026 13:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Volker Turk memperingatkan eskalasi konflik Rusia–Ukraina semakin berbahaya dan mendesak kedua pihak segera menahan diri serta kembali ke meja perundingan.
  • PBB mencatat korban sipil di Ukraina meningkat 21 persen pada Januari–April 2026, dengan 815 orang meninggal dan 4.174 terluka, sebagian besar terjadi di wilayah yang dikuasai Ukraina.
  • Turk menegaskan hukum humaniter internasional mewajibkan semua pihak menghindari korban sipil, serta menyerukan investigasi independen atas serangan dan pelanggaran yang terjadi di kedua belah pihak.

RRI.CO.ID, Jenewa — Kepala HAM PBB Volker Turk memperingatkan bahwa eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina semakin berbahaya. Ia menyerukan kedua pihak untuk segera menahan diri, dilansir dari Anadolu, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia meminta agar proses negosiasi segera dilanjutkan guna mengakhiri penderitaan warga sipil yang terus meningkat akibat perang. Turk menyampaikan bahwa peningkatan permusuhan telah menyebabkan lonjakan korban sipil pada awal tahun 2026.

Jumlah korban tersebut meningkat sekitar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data PBB, sebanyak 815 warga sipil meninggal dan 4.174 lainnya terluka antara Januari hingga April 2026.

Sementara itu, pada tahun sebelumnya tercatat 682 meninggal dunia dan 3.453 terluka. Sebagian besar korban terjadi di wilayah yang berada di bawah kendali Ukraina.

Turk menegaskan bahwa hukum humaniter internasional mewajibkan semua pihak dalam konflik untuk mengambil langkah maksimal guna menghindari jatuhnya korban sipil. Ia menambahkan bahwa kewajiban tersebut bersifat mengikat secara hukum.

“Hukum humaniter internasional menuntut agar pihak-pihak dalam konflik mengambil semua tindakan pencegahan yang memungkinkan untuk menghindari jatuhnya korban sipil—ini bukan sekadar saran atau rekomendasi, tetapi kewajiban yang mengikat dan membawa tanggung jawab hukum bagi pihak yang terlibat,” kata Turk.

Ia juga menyinggung ancaman dari pejabat Rusia untuk meningkatkan serangan ke Kyiv setelah rangkaian serangan terbaru. Selain itu, PBB mengecam serangan terhadap pekerja dan fasilitas kemanusiaan.

Turk menyerukan penyelidikan independen atas seluruh kematian dan luka-luka warga sipil di kedua pihak. Turk juga menyoroti bahwa serangan oleh angkatan bersenjata Ukraina telah menyebabkan korban di wilayah Rusia.

Di akhir pernyataannya, Turk kembali mendesak kedua pihak untuk segera kembali ke meja perundingan. Ia juga mendesak kedua pihak segera melakukan investigasi yang cepat, independen, dan efektif untuk memastikan akuntabilitas pihak yang bertanggung jawab.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....