Ukraina Minta AS Tekan Rusia untuk Gencatan Senjata Segera

  • 09 Apr 2026 14:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kyiv meminta Amerika Serikat menekan Rusia untuk menghentikan invasi, dengan menilai gencatan senjata AS–Iran sebagai bukti ketegasan Washington.
  • Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mendukung seruan tersebut dan menyatakan Ukraina siap menghentikan serangan terhadap infrastruktur Rusia jika Moskow lebih dulu menghentikan serangan drone dan rudal terhadap jaringan energi Ukraina.
  • Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, menyebut langkah tegas diperlukan guna memaksa Moskow melakukan gencatan senjata.

RRI.CO.ID, Kyiv — Kyiv pada Rabu, 8 April 2026 menyerukan Amerika Serikat untuk menekan Rusia agar mengakhiri invasinya ke Ukraina. Pemerintah Ukraina menyatakan kesepakatan gencatan senjata Washington dengan Iran menunjukkan keberhasilan ketegasan AS.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, mengatakan melalui media sosial bahwa ketegasan Amerika perlu diterapkan terhadap Moskow. Ia menilai langkah tersebut diperlukan guna memaksa gencatan senjata dan mengakhiri perang di Ukraina, dilansir dari Asharq Al-Awsat.

Pernyataan tersebut kemudian didukung Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, yang menegaskan bahwa negaranya sejak awal menyerukan penghentian pertempuran. Zelenskyy menyebut Rusia melancarkan perang di Eropa melawan negara dan rakyat Ukraina.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap gencatan senjata di Timur Tengah yang dinilai dapat membuka peluang diplomasi. Ia menilai situasi di kawasan tersebut memiliki implikasi global.

Ancaman terhadap keamanan dan stabilitas di Timur Tengah dapat memperbesar tantangan ekonomi serta meningkatkan biaya hidup di berbagai negara. Ukraina juga menyatakan kesiapan untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur Rusia.

Langkah tersebut akan dilakukan apabila Moskow terlebih dahulu menghentikan serangan drone jarak jauh dan rudal. Serangan tersebut menargetkan pembangkit listrik serta jaringan energi Ukraina.

Zelenskyy menegaskan Ukraina siap merespons secara setimpal jika Rusia menghentikan serangannya. Ia menambahkan bahwa gencatan senjata dapat menciptakan prasyarat yang tepat untuk mencapai kesepakatan.

Invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada Februari 2022 telah menelan ratusan ribu korban jiwa dan menyebabkan jutaan orang mengungsi. Konflik tersebut menjadikannya perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....