Rusia Berharap AS Lanjutkan Mediasi Konflik dengan Ukraina

  • 14 Mei 2026 15:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kremlin berharap Amerika Serikat terus melanjutkan upaya mediasi untuk penyelesaian konflik di Ukraina.
  • Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Rusia tetap terbuka untuk negosiasi lanjutan meski negosiator Amerika saat ini fokus pada isu Iran.
  • Kremlin memastikan gencatan senjata peringatan Hari Kemenangan pada 8–9 Mei tetap berlaku dan parade di Lapangan Merah, Moskow, tetap digelar dengan pengamanan tambahan.

RRI.CO.ID, Moskow — Kremlin berharap Amerika Serikat terus melanjutkan upaya mediasi dalam konflik Ukraina. Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam konferensi pers di Moskow, dilansir dari Anadolu, Kamis, 14 Mei 2026.

Peskov mengatakan Rusia menghargai keterlibatan Amerika Serikat dalam proses negosiasi, berharap pembicaraan terkait penyelesaian konflik Ukraina dapat terus berlanjut. Menurutnya, Moskow tetap terbuka untuk pembicaraan lanjutan meski para negosiator Amerika saat ini sedang fokus pada isu Iran.

“Kami terbuka untuk melanjutkan proses negosiasi. Untuk alasan yang jelas, para negosiator Amerika saat ini fokus pada isu lain; topik Iran tentu menjadi prioritas bagi mereka. Itu adalah proses di mana Amerika menjadi peserta langsung, bukan mediator,” ujar Peskov.

“Kami berharap proses ini terus berlanjut,” kata Peskov. Pernyataannya merujuk pada prospek dimulainya kembali negosiasi terkait penyelesaian konflik Ukraina.

Ia menyebut Amerika Serikat menjadi peserta langsung dalam isu Iran dan bukan sebagai mediator. Peskov juga menanggapi laporan mengenai kemungkinan kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, ke Amerika Serikat.

Selain negosiasi Ukraina, Kremlin memastikan gencatan senjata untuk peringatan Hari Kemenangan tetap berlaku pada 8 dan 9 Mei. Kremlin juga memastikan parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah, Moskow, tetap berlangsung sesuai rencana meski dalam format yang lebih terbatas.

Peskov menegaskan keselamatan publik tetap menjadi prioritas utama pemerintah Rusia. Ia mengatakan langkah-langkah keamanan tambahan dilakukan sesuai aturan yang berlaku demi menjaga keamanan warga dan infrastruktur penting negara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....