Iran Klaim Ada Draf Kesepakatan dengan AS untuk Buka Selat Hormuz

  • 28 Mei 2026 15:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran melaporkan adanya draf nota kesepahaman dengan Amerika Serikat terkait pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz serta penghentian blokade angkatan laut AS terhadap Teheran.
  • Dalam rancangan tersebut, AS disebut akan menarik pasukan militernya dari sekitar wilayah Iran, sementara Iran akan memulihkan aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz ke tingkat sebelum perang dalam waktu satu bulan.
  • Iran menegaskan rancangan memorandum Islamabad itu masih belum final dan baru akan disahkan sebagai resolusi Dewan Keamanan PBB apabila kesepakatan akhir tercapai dalam 60 hari.

RRI.CO.ID, Teheran — Televisi pemerintah Iran melaporkan adanya draf kerangka awal nota kesepahaman dengan Amerika Serikat (AS). Isi dari draf tersebut terkait pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, dilansir dari Iran International, Kamis, 28 Mei 2026.

Kesepakatan tersebut juga disebut mencakup penghentian blokade angkatan laut AS terhadap Iran. Dalam rancangan tersebut Amerika Serikat disebut akan menarik pasukan militernya dari sekitar wilayah Iran.

Sebagai imbalannya, Iran akan memulihkan aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz ke tingkat sebelum perang dalam waktu satu bulan. Televisi pemerintah Iran menyebut kapal-kapal militer tidak termasuk dalam rancangan kesepakatan tersebut.

Pengelolaan dan pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz nantinya disebut akan dilakukan Iran bersama Oman. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak dan gas paling penting di dunia.

Ketegangan di kawasan tersebut sebelumnya sempat mengganggu aktivitas pelayaran internasional dan memengaruhi stabilitas pasar energi global. Laporan tersebut menyebut kerangka kesepakatan tersebut dinamakan memorandum Islamabad.

Namun, Iran menegaskan, rancangan tersebut masih belum final dan Teheran tidak akan mengambil langkah apa pun tanpa verifikasi nyata. Disebutkan juga apabila kesepakatan akhir tercapai dalam 60 hari, pengaturan tersebut akan disahkan sebagai resolusi mengikat Dewan Keamanan PBB.

Proses diplomasi antara kedua negara masih terus berlangsung di tengah ketegangan kawasan yang belum mereda. Perkembangan terbaru terkait Selat Hormuz dan negosiasi Iran-AS terus menjadi perhatian dunia internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....