AS dan Iran Bahas Pembukaan Selat Hormuz setelah Kesepakatan Damai Tercapai
- 27 Mei 2026 15:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Amerika Serikat dan Iran membahas rencana pembukaan kembali Selat Hormuz sekitar 30 hari setelah tercapainya kesepakatan damai antara kedua negara.
- Iran disebut akan melakukan pembersihan ranjau dan menghentikan pungutan biaya transit guna memastikan jalur pelayaran internasional kembali aman dan bebas dilalui kapal dari berbagai negara.
- Pembukaan Selat Hormuz dan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari diharapkan dapat mendukung negosiasi program nuklir Iran sekaligus memulihkan stabilitas perdagangan energi global.
RRI.CO.ID, Teheran — Amerika Serikat dan Iran dilaporkan tengah membahas rencana pembukaan kembali Selat Hormuz sekitar 30 hari. Langkah tersebut akan dilaksanakan setelah tercapainya kesepakatan damai antara kedua negara, dilansir dari Reuters, Rabu, 27 Mei 2026.
Informasi tersebut dilaporkan surat kabar Nikkei dengan mengutip sumber diplomatik di Timur Tengah. Iran disebut akan melakukan pembersihan ranjau di Selat Hormuz selama periode 30 hari setelah kesepakatan penghentian permusuhan tercapai.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan jalur pelayaran internasional. Setelah proses pembersihan selesai, kapal-kapal dari seluruh negara disebut dapat kembali melintas dengan aman dan bebas di Selat Hormuz.
Iran juga dilaporkan akan menghentikan pungutan biaya transit di jalur pelayaran strategis tersebut. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dan gas dunia.
Oleh karena itu, perkembangan situasi di kawasan tersebut terus menjadi perhatian pasar global dan negara-negara pengimpor energi. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa gencatan senjata yang sebelumnya disepakati pada awal April direncanakan akan diperpanjang selama 60 hari.
Perpanjangan itu dilakukan guna mendukung proses diplomasi antara Washington dan Teheran. Selama masa jeda dua bulan tersebut, kedua negara diperkirakan akan melanjutkan pembicaraan mengenai program nuklir Iran.
Isu program nuklir masih menjadi salah satu hambatan utama dalam negosiasi antara kedua pihak. Washington sebelumnya menyampaikan kekhawatiran terkait uranium Iran yang diperkaya karena dinilai berpotensi digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir.
| Baca juga: Iran Terapkan Kontrol Ketat di Selat Hormuz |
Namun, Iran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sebelumnya sempat mengganggu aktivitas pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Kondisi tersebut turut memengaruhi distribusi energi global karena sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati jalur tersebut. Pembukaan kembali Selat Hormuz diharapkan dapat memulihkan arus perdagangan internasional serta menurunkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....