Sekjen PBB: Perang dan Perpecahan Geopolitik Ancam Tatanan Dunia Internasional

  • 28 Mei 2026 13:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Antonio Guterres memperingatkan perang dan perpecahan geopolitik telah menyebabkan erosi berbahaya terhadap tatanan dunia internasional serta melemahkan penghormatan terhadap hukum internasional.
  • Guterres menyoroti meningkatnya konflik global, perlombaan senjata, perkembangan senjata otonom dan kecerdasan buatan, hingga krisis iklim yang dinilai semakin memperburuk ketidakstabilan dunia.
  • Sekjen PBB mendesak negara-negara anggota memperkuat diplomasi, mediasi, dan reformasi lembaga internasional guna menjaga perdamaian dunia di tengah konflik di Ukraina, Timur Tengah, dan Sudan.

RRI.CO.ID, New York — Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, memperingatkan bahwa perang dan perpecahan geopolitik telah menyebabkan erosi berbahaya terhadap tatanan dunia internasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam debat tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB yang dipimpin Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi.

Melansir dari situs resmi PBB, Kamis, 28 Mei 2026, Guterres menyebut Piagam PBB merupakan pedoman penting bagi kelangsungan umat manusia. Namun, ia menilai prinsip-prinsip utama dalam Piagam PBB kini berada di bawah tekanan besar akibat meningkatnya konflik dan ketegangan global.

Menurut Guterres, dunia saat ini menghadapi jumlah konflik tertinggi sejak PBB didirikan. Ia menilai penghormatan terhadap hukum internasional terus mengalami kemunduran di berbagai kawasan dunia.

Menurutnya, prinsip kedaulatan, integritas wilayah, dan larangan penggunaan kekuatan militer semakin sering diabaikan. Dalam pidatonya, Guterres menyebut banyak pelanggaran hukum internasional tidak mendapatkan respons yang memadai.

Ia juga memperingatkan bahwa impunitas atau kekebalan hukum semakin meluas di berbagai kawasan dunia. Guterres turut menyoroti berbagai krisis global yang dinilai saling berkaitan satu sama lain.

Guterres menyebut ketidakpercayaan geopolitik, meningkatnya belanja militer, serta perkembangan kecerdasan buatan dan senjata otonom sebagai tantangan serius dunia saat ini. Selain itu, serangan terhadap hak asasi manusia, ketimpangan global, dan krisis iklim disebut semakin memperburuk situasi dunia.

Ia juga mengkritik perpecahan di Dewan Keamanan PBB yang dinilai menghambat penyelesaian konflik internasional. Menurutnya, Dewan Keamanan terlalu sering gagal bertindak secara bersatu dan efektif dalam menghadapi berbagai krisis global.

Guterres menyoroti perang yang masih berlangsung di Ukraina, Timur Tengah, dan Sudan. Ia memperingatkan pentingnya mencegah eskalasi konflik yang semakin memakan korban sipil.

Ia menyinggung perluasan operasi militer Israel di Lebanon, pelanggaran gencatan senjata di Gaza, serta ketidakpastian negosiasi Amerika Serikat dan Iran. Situasi tersebut dinilai semakin meningkatkan risiko ketidakstabilan global.

Sekjen PBB tersebut juga memperingatkan adanya perlombaan senjata global yang semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, belanja militer dunia kini mencapai tingkat tertinggi, sementara bantuan pembangunan dan kemanusiaan justru terus mengalami pengurangan.

Di akhir pidatonya, Guterres mendesak negara-negara anggota PBB untuk memperkuat diplomasi, mediasi, dan reformasi lembaga internasional. Ia juga menyerukan tindakan nyata guna menjaga perdamaian dan keamanan dunia di tengah meningkatnya ketegangan global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....