PBB Peringatkan Krisis Penyakit Kulit di Kamp Gaza Memuncak
- 06 Mei 2026 14:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PBB dan UNRWA memperingatkan krisis kesehatan baru di Gaza akibat lonjakan penyakit kulit di kamp pengungsian yang padat, terutama menjelang musim panas.
- Kasus infeksi kulit dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat akibat buruknya sanitasi, kepadatan, dan keterbatasan akses bantuan medis di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.
- Kondisi semakin memburuk dengan terbatasnya obat dan fasilitas kesehatan, sehingga tenaga medis kesulitan menangani pasien dan risiko krisis kesehatan lebih besar terus meningkat.
RRI.CO.ID, Gaza — PBB memperingatkan munculnya krisis kesehatan baru di Gaza akibat penyebaran penyakit kulit di kamp-kamp pengungsian yang semakin padat. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan menjelang musim panas, ketika suhu yang meningkat diperkirakan dapat mempercepat penyebaran penyakit.
Badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, mencatat bahwa kasus infeksi kulit telah meningkat. Kasus tersebut disebut meningkat hingga tiga kali lipat beberapa bulan terakhir, dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 6 Mei 2026.
Lonjakan ini dipicu oleh kepadatan penduduk, buruknya sanitasi, dan kondisi lingkungan yang tidak higienis di kamp-kamp pengungsi. Penyakit yang banyak menyebar antara lain kudis dan cacar air, dengan anak-anak menjadi kelompok paling rentan.
Situasi ini dikhawatirkan akan memburuk seperti pada tahun 2024. Saat itu, sekitar 150.000 warga Gaza mengalami penyakit kulit akibat kekurangan peralatan medis.
Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak 2025, serangan masih terus terjadi. Blokade yang diberlakukan juga tetap membatasi masuknya bantuan medis ke wilayah tersebut.
Akibatnya, warga pengungsi harus hidup dalam kondisi padat dengan akses sanitasi yang sangat terbatas. Banyak warga menyebut lingkungan kamp dipenuhi sampah, hama, dan kondisi yang tidak layak huni.
Tenaga kesehatan juga menghadapi kesulitan besar dalam menangani pasien karena minimnya obat-obatan dan perlengkapan medis. Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan bahwa situasi di lokasi pengungsian terus memburuk.
Jumlah kasus infeksi meningkat dari sekitar 3.000 menjadi hampir 10.000 orang. Ia menekankan perlunya akses lebih luas terhadap bantuan kesehatan seperti sampo anti-kutu, obat-obatan, dan perlengkapan kebersihan.
Di wilayah Khan Younis, petugas kesehatan berupaya mendisinfeksi ribuan tenda pengungsi, namun keterbatasan bahan membuat upaya tersebut tidak maksimal. Di Gaza tengah, ratusan anak dilaporkan menderita penyakit kulit akibat buruknya kebersihan, kepadatan tempat tinggal, dan kekurangan gizi.
Para dokter menegaskan, penyakit kulit mudah menyebar dalam kondisi seperti ini, kurangnya obat-obatan dan fasilitas kesehatan semakin memperburuk situasi. Jika kondisi ini terus berlanjut, krisis kesehatan yang lebih besar dikhawatirkan tidak dapat dihindari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....