Sekjen PBB Kecam Rencana Israel Bangun Pangkalan Militer di Kompleks UNRWA

  • 21 Mei 2026 16:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam keras keputusan Israel yang berencana mendirikan fasilitas militer di kompleks UNRWA di Yerusalem Timur dan menyebutnya “sama sekali tidak dapat diterima”.
  • PBB menilai tindakan Israel melanggar prinsip kekebalan fasilitas PBB, melemahkan mandat UNRWA, serta bertentangan dengan putusan Mahkamah Internasional (ICJ).
  • Guterres mendesak Israel untuk membatalkan keputusan tersebut, menghentikan kehadirannya di wilayah Palestina yang diduduki, dan segera mengembalikan kompleks UNRWA kepada PBB.

RRI.CO.ID, Yerusalem — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam keputusan Israel. Keputusan tersebut terkait rencana pendirian fasilitas militer di kompleks UNRWA di Yerusalem Timur yang diduduki.

Mengutip dari Anadolu, Kamis, 21 Mei 2026, Guterres menyebut tindakan tersebut sebagai langkah yang “sama sekali tidak dapat diterima”. Kecaman tersebut disampaikan melalui juru bicara PBB Stephane Dujarric.

Israel diketahui sebelumnya telah menguasai kompleks UNRWA di kawasan Sheikh Jarrah pada Januari lalu. PBB menegaskan bahwa UNRWA merupakan bagian integral dari organisasi tersebut, dan kompleks Sheikh Jarrah tetap berstatus sebagai fasilitas PBB.

Tindakan Israel dinilai melanggar prinsip inviolabilitas atau kekebalan fasilitas PBB serta melemahkan mandat UNRWA di wilayah Palestina yang diduduki. Guterres juga menyebut langkah Israel sebagai eskalasi yang terus berlanjut terhadap UNRWA dan sangat tidak dapat diterima.

Ia menyesalkan tindakan Israel yang dinilai melanggar kewajiban terkait hak istimewa dan kekebalan PBB. Dalam pernyataannya, PBB juga merujuk pada putusan Mahkamah Internasional (ICJ) yang menyebut tindakan tersebut ilegal.

Israel diminta untuk menghentikan kehadirannya di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, secepat mungkin. Selain itu, Guterres mendesak Israel untuk membatalkan keputusan tersebut.

Ia juga mendesak Israel segera mengembalikan kompleks UNRWA Sheikh Jarrah kepada PBB. PBB menegaskan pentingnya perlindungan terhadap fasilitas dan mandat organisasi di wilayah konflik tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....