Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Tujuh Orang Meninggal di Prancis

  • 27 Mei 2026 17:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gelombang panas ekstrem melanda Eropa Barat dan menyebabkan sedikitnya tujuh kematian di Prancis, dengan negara tersebut mencatat rekor suhu tertinggi untuk bulan Mei.
  • Prancis, Inggris, Spanyol, Italia, dan Irlandia mengalami suhu jauh di atas normal, dengan beberapa wilayah mencapai hingga 39–40 derajat Celsius serta penerapan pembatasan aktivitas kerja akibat cuaca panas.
  • Para ilmuwan menyebut fenomena ini dipicu perubahan iklim dan “heat dome”, yang membuat gelombang panas semakin sering, lebih awal, dan lebih intens di Eropa.

RRI.CO.ID, Paris — Gelombang panas ekstrem melanda sejumlah negara di Eropa Barat dan menyebabkan korban jiwa di Prancis. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa cuaca panas yang terjadi pada awal musim panas ini.

Melansir dari The Guardian, Rabu, 27 Mei 2026, Prancis mencatat rekor suhu tertinggi untuk bulan Mei selama dua hari berturut-turut. Badan cuaca Météo France memperkirakan suhu di beberapa wilayah dapat mencapai 39 derajat Celsius.

Selain itu, Badan cuaca Météo France juga memperkirakan gelombang panas akan berlangsung sepanjang pekan. Pemerintah Prancis menyebut lima dari tujuh korban meninggal merupakan kasus tenggelam.

Kasus tersebut diduga berkaitan dengan upaya warga mencari cara untuk mendinginkan diri di tengah suhu ekstrem. Inggris juga mencatat rekor suhu tertinggi pada bulan Mei dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius di dekat London.

Kondisi ini dipicu oleh sistem tekanan tinggi yang menjebak udara panas di wilayah Eropa Barat. Di Spanyol, suhu tinggi antara 36 hingga 38 derajat Celsius melanda sejumlah lembah utama, diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius di beberapa wilayah.

Sementara itu, Italia memberlakukan pembatasan kerja pada jam-jam terpanas, khususnya di sektor pertanian, konstruksi, dan layanan pengiriman. Di Prancis, indeks panas nasional tercatat mencapai 24,8 derajat Celsius, dengan 13 wilayah berada dalam status siaga oranye.

Ini menjadi pertama kalinya sistem peringatan panas nasional diaktifkan pada bulan Mei sejak diberlakukan pada 2004. Para ilmuwan menilai fenomena ini sebagai dampak nyata perubahan iklim yang membuat gelombang panas semakin sering terjadi di Eropa.

Irlandia juga mencatat suhu tinggi hingga 28,8 derajat Celsius, memperkuat tren peningkatan suhu di kawasan tersebut. Fenomena ini dipicu oleh “heat dome”, yaitu kondisi atmosfer yang menjebak udara panas dari Afrika Utara di atas Eropa.

Para ahli memperingatkan kondisi serupa berpotensi semakin sering terjadi dan lebih intens di masa mendatang. Otoritas cuaca memperingatkan bahwa gelombang panas kemungkinan masih akan berlanjut di beberapa wilayah Eropa dalam beberapa hari ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....