Presiden Prabowo Pantau Situasi Iduladha di Tanah Air dari Prancis
- 27 Mei 2026 15:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Presiden Prabowo salat Iduladha di Prancis
- 2. Presiden Prabowo melakukan kunjungan resmi kenegaraan ke Prancis atas undangan Macron
- 3. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan undangan resmi sejak setahun lalu
RRI.CO.ID, Jakarta-Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mengatakan Presiden Prabowo Subianto memantau langsung situasi Iduladha di Tanah Air. Diketahui, Presiden Prabowo melaksanakan salat dan merayakan Iduladha di Wisma KBRI di Paris, Prancis.
"Pak Presiden juga mengikuti perkembangan kita di Istiqlal. Buktinya kami juga komunikasi dengan Pak Seskab dan sebagainya di situ," kata Prof Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal, Rabu, 27 Mei 2026.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan Presiden Prabawo berada di Prancis dalam rangka tugas negara yang tidak dapat ditinggalkan. Pihak Kedutaaan Besar RI (KBRI) di Paris telah menyiapkan tempat bagi Presiden Prabowo dan WNI untuk menunaikan salat Iduladha .
"Bapak Presiden Prabowo sedang melaksanakan tugas kenegaraan di Paris, Prancis dan laporan sudab dipersiapkan untuk beliau salat. Insyaallah KBRI sudah dipersiapkan," katanya.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan Presiden Prabowo salat Iduladha bertepatan dengan tugas negara ke Prancis. Menurutnya, salat Iduladha dapat dilakukan dimana saja.
"Ya kan tahun lalu disini, tahun ini kebetulan bertempatan juga dengan kunjungan ke negaraan state visit. Artinya kita kan bisa dimana saja, tidak harus selalu disini dan Presiden melaksanakan salat Iduladha di Prancis," kata Fadli Zon.
Politisi Partai Gerindra itu mengatakan Indonesia-Prancis memiliki hubungan yang baik dan saling menguntungkan. Menurutnya, Indonesia harus aktif menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai negara ditengah ketidakpastian global dan perang.
"Hubungan yang sangat bagus di berbagai bidang, strategik partnership kita dengan negara-negara, semua negara ya.Saya kira ini sangat baik, saya kira ini terkait semua, baik hubungan bilateral maupun dalam konteks geopolitik," ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan kunjungan resmi Kepala Negara merupakan atas undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Kunjungan tersebut sejak setahun lalu dan sempat tertunda.
"Ketibaan ini menandai dimulainya rangkaian state visit(kunjungan resmi kenegaraan) Presiden Prabowo di Prancis. Undangannya telah diagendakan sejak tahun lalu dan sempat mengalami beberapa kali penjadwalan ulang,” kata Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....