KSP: Sembilan WNI dan Jurnalis Tersandra Israel Tiba Besok

  • 22 Mei 2026 14:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sembilan warga negara Indonesia (WNI) termasuk jurnalis rombongan kemanusiaan Global Sumud Flotilla sudah dibebaskan
  • Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman menyatakan mereka yang sempat tersandra tentara Israel segera tiba di Tanah Air

RRI.CO.ID, Tangerang - Sembilan warga negara Indonesia (WNI) termasuk jurnalis rombongan kemanusiaan Global Sumud Flotilla sudah dibebaskan. Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman menyatakan mereka yang sempat tersandra tentara Israel segera tiba di Tanah Air.

"Sudah mau dilepasin oleh Israel. Kalau engga hari ini, besok (Sabtu 23 Mei 2026, Red) tibanya," ujar Dudung saat mengunjungi MAN Insan Cendikia Serpong, Kota Tangerang Selatan, Jumat 22 Mei 2026.

Dudung menyatakan terkait proses pemulangannya sudah di atur oleh Kementeriam Luar Negeri (Kemlu). Untuk, kondisi dari sembilan WNI tersebut dalam keadaan baik.

"Tidak, kemaren saya dapat info dari Kemlu. Mereka diperlakukan dengan baik, termasuk para jurnalis," ucapnya.

Terpisah, Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul, Darianto, mengatakan ada WNI yang mengalami kekerasan fisik. Hal itu saat ditahan pasukan Israel, setelah diculik di perairan internasional.

"Saat ini saudara bersama kami dalam kondisi sehat wal afiat. Walaupun nasib mereka ketika masa penahana mengalami nasib buruk, yakni ditendang dan disetrum oleh tentara Israel," kata dia.

Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama mengutarakan sembilan WNI yang tergabung dalam rombongan kemanusiaan Global Sumud Flotilla telah berada di Istanbul, Turki. Mereka berhasil dievakuasi dengan selamat pada Kamis 21 Mei 2026.

Rizal langsung memberikan pernyataan resmi terkait kondisi terkini serta langkah-langkah penanganan yang sedang berjalan bagi para WNI tersebut. Pemerintah memastikan seluruh hak dan kondisi kesehatan para relawan yang sempat ditahan menjadi prioritas utama sebelum nantinya dipulangkan ke Indonesia.

"Akan ada proses testimoni, visum dan test kesehatan oleh pihak Turki. Lalu secepatnya akan kita pulangkan ke Tanah Air jika proses di Turki sudah selesai," ujarnya.

Proses pemeriksaan kesehatan dan visum ini dinilai sangat penting untuk memastikan tidak adanya tindakan kekerasan fisik maupun psikologis yang dialami para relawan selama berada di dalam tahanan Israel. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Turki melalui Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Istanbul terus mendampingi rombongan secara melekat.

Diketahui, insiden penahanan ini bermula ketika rombongan relawan WNI yang juga bersama peserta Global Sumud Flotilla tengah mencoba melintasi pos perbatasan laut. Yang dikuasai oleh militer Israel dalam rangka menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina.

Pihak otoritas Israel menghentikan dan menahan seluruh anggota rombongan dengan alasan potensi pelanggaran. Lalu kemudian memicu respons diplomatik cepat dari berbagai pihak internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....