Presiden Palestina Peringatkan Gencatan Senjata Gaza Masih Rapuh

  • 16 Mei 2026 18:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan gencatan senjata di Gaza masih rapuh di tengah meningkatnya korban sipil dan memburuknya situasi kemanusiaan.
  • Abbas menyebut Palestina terus bekerja sama dengan mediator internasional untuk melanjutkan tahap kedua gencatan senjata dan memulai pemulihan serta rekonstruksi Gaza.
  • Abbas menyebut Palestina terus bekerja sama dengan mediator internasional untuk melanjutkan tahap kedua gencatan senjata dan memulai pemulihan serta rekonstruksi Gaza.

RRI.CO.ID, New York — Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan bahwa gencatan senjata di Gaza masih berada dalam kondisi rapuh. Pernyataan tersebut disampaikan Abbas pada Jumat, 15 Mei 2026, dikutip dari Xinhua.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya korban jiwa dan memburuknya situasi kemanusiaan di wilayah tersebut. Abbas menyoroti terus bertambahnya korban sipil akibat konflik yang masih berlangsung di Gaza.

Ia juga menyebut wilayah Gaza terus menyusut sementara bantuan kemanusiaan masih menghadapi berbagai hambatan. Dalam pidatonya, Abbas menuduh Israel melakukan pelanggaran terhadap ketentuan gencatan senjata.

Pidato tersebut disampaikan atas nama Abbas oleh Pengamat Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour. Pidato itu disampaikan dalam acara PBB di New York yang memperingati 78 tahun Nakba Palestina.

Nakba merujuk pada pengungsian massal rakyat Palestina setelah berdirinya negara Israel pada 1948 dan diperingati setiap 15 Mei. Dalam kesempatan tersebut, Abbas mengatakan kepemimpinan Palestina terus bekerja sama dengan mediator dan mitra internasional.

Upaya tersebut dilakukan untuk melanjutkan tahap kedua perjanjian gencatan senjata sekaligus memulai proses pemulihan dan rekonstruksi Gaza. Abbas juga kembali menegaskan visi politik Palestina mengenai “satu negara, satu pemerintahan, satu hukum, dan satu senjata”.

Selain itu, ia menuntut penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza. Pihak Palestina menuduh Israel menciptakan kembali tragedi Nakba melalui perang di Gaza yang masih berlangsung hingga saat ini.

Menurut Palestina, konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 72.000 orang dan menyebabkan kerusakan besar pada kawasan permukiman. Palestina juga menuduh Israel menghambat kerja Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat atau UNRWA.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....