Krisis Kesehatan Gaza Memburuk, 76 Persen Peralatan Pencitraan Medis Hancur

  • 20 Mei 2026 15:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 76 persen peralatan pencitraan medis di Gaza hancur akibat perang, menyisakan hanya sekitar 24 persen yang beroperasi dalam kondisi terbatas dan sulit.
  • Layanan diagnostik utama seperti MRI sudah tidak tersedia, sementara CT scanner dan X-ray yang tersisa jumlahnya sangat terbatas dan tidak mampu memenuhi kebutuhan pasien.
  • Kekurangan peralatan medis memperburuk krisis kesehatan di Gaza dan meningkatkan risiko komplikasi serius akibat keterlambatan diagnosis dan penanganan medis.

RRI.CO.ID, Gaza — Sumber medis di Jalur Gaza melaporkan sistem pencitraan medis di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah akibat perang berkepanjangan. Sebanyak 76 persen peralatan pencitraan medis telah hancur, dilansir dari WAFA News, Rabu, 20 Mei 2026.

Hanya sekitar 24 persen yang masih tersisa dan beroperasi dalam kondisi teknis yang sangat sulit. Kondisi ini semakin memburuk seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.

Peralatan yang masih berfungsi menghadapi kesulitan besar dalam operasional sehari-hari, termasuk minimnya perawatan rutin dan sulitnya memperoleh suku cadang. Layanan MRI kini dilaporkan sepenuhnya tidak tersedia di Gaza setelah sembilan mesin MRI hancur.

Hal tersebut secara signifikan menghambat proses diagnosis dan penanganan pasien. Sementara itu, dari 18 mesin CT scanner yang tersedia, hanya lima unit yang masih dapat digunakan.

Mesin-mesin tersebut bekerja di bawah tekanan berat sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan harian. Selain itu, layanan sinar-X konvensional juga terdampak serius.

Sebelum perang, Gaza memiliki 88 mesin sinar-X, namun kini hanya 33 yang masih beroperasi dalam kondisi rusak dan gangguan teknis. Perbaikan peralatan menjadi sangat sulit dilakukan karena keterbatasan sumber daya dan suku cadang.

Tidak hanya itu, ruang operasi juga mengalami kekurangan alat penting, terutama perangkat fluoroskopi. Dari total 16 unit sebelum perang, kini hanya lima unit yang masih tersisa.

Kondisi ini membuat tenaga medis bekerja dalam tekanan berat dengan fasilitas yang sangat terbatas. Kerusakan infrastruktur kesehatan yang meluas memperburuk krisis layanan medis di Gaza, terutama dalam bidang diagnostik.

Para sumber medis memperingatkan bahwa situasi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi serius bagi pasien. Hal tersebut terjadi akibat keterlambatan atau ketidakmampuan dalam melakukan pemeriksaan dan tindakan medis yang tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....