Presiden Tiongkok-Rusia Desak AS Akhiri Perang dengan Iran
- 21 Mei 2026 16:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Xi Jinping dan Vladimir Putin mendesak penghentian perang di Iran serta menyerukan agar pihak-pihak yang bertikai kembali ke meja perundingan.
- Tiongkok dan Rusia mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, menilainya melanggar hukum internasional dan mengancam stabilitas Timur Tengah.
- Kedua negara juga mendorong solusi diplomatik melalui dialog internasional, termasuk dukungan koordinasi Tiongkok dengan Pakistan sebagai mediator konflik.
RRI.CO.ID, Beijing — Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak agar perang di Iran segera dihentikan. Seruan tersebut disampaikan kedua pemimpin dalam pertemuan di Beijing pada Rabu, 20 Mei 2026, dilansir dari ABC News.
Xi dan Putin merilis pernyataan bersama yang menegaskan penghentian konflik di Iran menjadi hal yang sangat mendesak. Keduanya juga mengecam serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Rusia dan Tiongkok menilai serangan tersebut melanggar hukum internasional dan norma dasar hubungan internasional. Mereka juga menyebut tindakan itu telah merusak stabilitas kawasan Timur Tengah.
Pernyataan bersama tersebut dipublikasikan melalui situs resmi Kremlin. Dalam pernyataan tersebut, Xi dan Putin mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk segera kembali ke meja dialog dan negosiasi.
Kedua negara menilai langkah diplomatik diperlukan untuk mencegah konflik meluas ke kawasan lain. Rusia dan Tiongkok juga meminta komunitas internasional bersikap objektif dan membantu meredakan ketegangan.
Selain itu, Xi dan Putin mengecam penggunaan negosiasi sebagai kedok untuk mempersiapkan serangan militer. Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai serangan “licik” terhadap negara lain.
Beijing juga terus mendorong penyelesaian diplomatik terhadap konflik Iran. Tiongkok disebut berkoordinasi erat dengan Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam perundingan damai antara Washington dan Teheran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....