Iran Bentuk Badan Baru untuk Kelola Selat Hormuz
- 19 Mei 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran membentuk badan baru untuk mengelola Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat terkait jalur perairan strategis tersebut.
- Badan baru itu akan memberikan pembaruan langsung mengenai operasi dan perkembangan terbaru di Selat Hormuz, meski struktur dan kewenangannya belum diumumkan.
- Ketegangan kawasan meningkat sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran, sementara Washington kini memberlakukan blokade angkatan laut terhadap lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.
RRI.CO.ID, Teheran - Iran mengumumkan pembentukan badan baru untuk mengelola Selat Hormuz. Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat terkait jalur perairan strategis itu.
Melansir dari Anadolu, pengumuman tersebut disampaikan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Senin, 18 Mei 2026. Melalui platform media sosial X, Iran menyatakan badan baru tersebut akan memberikan pembaruan langsung mengenai operasi di Selat Hormuz.
Badan tersebut juga akan menyampaikan perkembangan terbaru di kawasan tersebut. Namun, pemerintah Iran belum mengungkap struktur, kewenangan, maupun tanggung jawab resmi dari badan tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur energi terpenting dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan pasar internasional. Gangguan di kawasan tersebut telah memicu kekhawatiran global terhadap pasokan minyak, bahan bakar, dan gas sejak pecahnya konflik Iran.
Iran sebelumnya mengatakan Iran telah menyusun mekanisme untuk mengatur lalu lintas maritim melalui jalur khusus di Hormuz. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi.
Iran juga akan mengenakan biaya atas layanan khusus yang diberikan dalam sistem tersebut. Azizi menyatakan hanya kapal komersial dan pihak-pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan mendapatkan manfaat dari sistem tersebut.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan itu memicu balasan Teheran terhadap Israel serta sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen. Sejak 13 April, Amerika Serikat memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....