Iran dan Pakistan Bahas Upaya Perdamaian Konflik dengan AS-Israel
- 20 Mei 2026 15:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran dan Pakistan membahas upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dalam pertemuan di Teheran yang melibatkan Menlu Iran, Seyed Abbas Araghchi, dan Mendagri Pakistan, Mohsin Naqvi.
- Iran memuji peran Pakistan dalam mendorong diplomasi dan mencegah eskalasi ketegangan. Pakistan juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan bilateral dan tetap menjadi mediator utama dalam proses perdamaian.
- Iran dilaporkan menyerahkan proposal perdamaian 14 poin kepada mediator Pakistan untuk diteruskan kepada Amerika Serikat, setelah pembicaraan damai tidak langsung di Islamabad pada April 2026 belum menghasilkan kesepakatan.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran dan Pakistan membahas upaya yang sedang berlangsung untuk mengakhiri konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Pertemuan tersebut berlangsung di Teheran pada Senin, 18 Mei 2026, dilansir dari Xinhua.
Pertemuan tersebut melibatkan Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, dan Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi. Kedua pihak bertukar pandangan mengenai perkembangan diplomasi terbaru serta situasi keamanan di kawasan.
Selain itu, Iran dan Pakistan juga membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai bidang. Dalam pertemuan tersebut, Araghchi memuji peran Pakistan dalam membantu mendorong jalur diplomasi dan mencegah eskalasi ketegangan.
Ia menilai sikap Amerika Serikat yang disebut “kontradiktif dan maksimalis” serta kegagalannya memenuhi janji menjadi hambatan utama dalam proses diplomasi. Sementara itu, Mohsin Naqvi menyebut pembicaraan selama kunjungan dua harinya ke Iran berlangsung konstruktif dan bermanfaat.
Selama berada di Teheran, ia juga bertemu Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, dan Menteri Dalam Negeri Iran, Eskandar Momeni. Naqvi menegaskan Pakistan berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan menyeluruh dengan Iran.
Pakistan juga disebut akan tetap memainkan peran sebagai mediator dalam upaya perdamaian di kawasan. Media semi-resmi Tasnim melaporkan Iran menyerahkan proposal perdamaian terbaru berisi 14 poin kepada mediator Pakistan untuk diteruskan kepada Amerika Serikat.
Proposal tersebut menjadi bagian dari upaya lanjutan untuk mencari penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Sebelumnya, Iran, Amerika Serikat, dan Israel mencapai gencatan senjata pada 8 April 2026.
Setelah itu, pembicaraan damai tidak langsung antara Teheran dan Washington digelar di Islamabad, Pakistan, pada 11 hingga 12 April 2026. Namun, pembicaraan tersebut belum menghasilkan kesepakatan.
Dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak dilaporkan terus bertukar proposal yang memuat syarat-syarat untuk mengakhiri konflik. Pakistan tetap menjadi mediator utama dalam proses komunikasi tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....