Iran Peringatkan Konflik Akan Meluas di Luar Timteng jika AS Kembali Menyeran

  • 21 Mei 2026 14:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Garda Revolusi Iran memperingatkan perang dapat meluas ke luar kawasan Timur Tengah jika Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
  • Peringatan Iran muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington dapat kembali menyerang apabila tidak tercapai kesepakatan damai dalam beberapa hari mendatang.
  • Meski gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat masih tinggi dan ancaman konflik baru terus membayangi kawasan.

RRI.CO.ID, Teheran — Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa perang dapat meluas jauh ke luar kawasan Timur Tengah. Hal tersebut dapat terjadi jika Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan terhadap Iran, dilansir dari The Standard dan Bloomberg.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu, 20 Mei 2026 melalui media resmi Garda Revolusi, Sepah News. Iran mengancam akan memberikan serangan balasan apabila agresi terhadap negara itu kembali terjadi.

Peringatan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington dapat kembali menyerang Iran. Trump mengatakan langkah tersebut akan dilakukan jika tidak tercapai kesepakatan damai dalam beberapa hari mendatang.

Trump bahkan memberikan tenggat waktu singkat untuk melanjutkan negosiasi dengan Teheran. Trump menyebut keputusan terkait kemungkinan serangan baru dapat diambil pada akhir pekan atau awal pekan depan.

Ia menegaskan Amerika Serikat masih menunggu hasil pembicaraan damai dengan Iran. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus meningkat meski kedua pihak juga saling bertukar proposal untuk mengakhiri konflik.

Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai mulai berlaku sejak 8 April. Namun situasi keamanan kawasan masih belum stabil dan ancaman konflik baru terus membayangi.

Trump sebelumnya mengungkap para pemimpin negara Teluk Arab sempat meminta Amerika Serikat menunda serangan terhadap Iran pada saat-saat terakhir. Meski demikian, ia tetap membuka kemungkinan serangan baru jika perundingan damai gagal mencapai kesepakatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....