WHO Tetapkan Wabah Ebola di RD Kongo sebagai Darurat Kesehatan Internasional

  • 19 Mei 2026 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • WHO menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai darurat kesehatan internasional setelah muncul ratusan kasus suspek dan puluhan kematian.
  • WHO menyebut wabah disebabkan virus Bundibugyo yang belum memiliki obat maupun vaksin resmi, dengan risiko penyebaran tinggi ke tingkat lokal dan regional.
  • Penyebaran Ebola telah meluas ke Uganda, sementara Rwanda memperketat pengawasan perbatasan dan CDC AS berencana mengirim tambahan staf ke wilayah terdampak.

RRI.CO.ID, Jenewa - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai darurat kesehatan yang menjadi perhatian internasional. Wabah tersebut terjadi di Provinsi Ituri di wilayah timur RD Kongo, dilansir dari BBC, Selasa, 19 Mei 2026.

WHO melaporkan sekitar 246 kasus suspek dan sedikitnya 80 kematian akibat wabah tersebut. WHO memperingatkan wabah berpotensi menjadi lebih besar dengan risiko penyebaran lokal dan regional yang tinggi.

Meski demikian, wabah tersebut belum memenuhi kriteria sebagai pandemi global. WHO menyebut wabah saat ini disebabkan oleh virus Bundibugyo, jenis Ebola yang belum memiliki obat maupun vaksin yang disetujui.

Gejala awal penyakit meliputi demam, nyeri otot, kelelahan, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Penyakit tersebut kemudian dapat berkembang menjadi muntah, diare, ruam, hingga pendarahan.

Sejauh ini, WHO telah mengonfirmasi delapan kasus melalui pemeriksaan laboratorium. Kasus ditemukan di Bunia, ibu kota Provinsi Ituri, serta kota pertambangan emas Mongwalu dan Rwampara.

Satu kasus lainnya juga dikonfirmasi di ibu kota Kinshasa dan diyakini berasal dari pasien yang baru kembali dari Ituri. Penyebaran virus kini telah meluas ke Uganda yang melaporkan dua kasus Ebola terkonfirmasi.

Kasus Ebola juga dilaporkan muncul di kota Goma yang saat ini dikuasai kelompok pemberontak M23. Sementara itu, sedikitnya enam warga Amerika Serikat dilaporkan terpapar Ebola di RD Kongo.

Satu di antaranya menunjukkan gejala, meski belum ada infeksi yang dipastikan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat berencana mengirim tambahan staf ke RD Kongo dan Uganda.

Rwanda juga memperketat pemeriksaan di wilayah perbatasannya dengan RD Kongo sebagai langkah pencegahan penyebaran virus. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan masih terdapat ketidakpastian mengenai orang yang terinfeksi dan luas penyebaran wabah tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....