Menkeu AS: Tiongkok Akan Bantu Buka Kembali Selat Hormuz
- 15 Mei 2026 17:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Scott Bessent mengatakan Tiongkok akan membantu membuka kembali Selat Hormuz dengan memanfaatkan pengaruhnya terhadap Iran demi menjaga kepentingan energi Beijing.
- Tiongkok dinilai memiliki kepentingan besar terhadap pembukaan Selat Hormuz karena sebagian besar impor minyaknya berasal dari Timur Tengah dan hampir seluruh ekspor minyak Iran dikirim ke negara tersebut.
- Dalam KTT di Beijing, Donald Trump dan Xi Jinping sepakat Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk menjaga kelancaran pasokan energi global.
RRI.CO.ID, Beijing — Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan, Tiongkok akan membantu membuka kembali Selat Hormuz dengan menggunakan pengaruhnya terhadap Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Bessent dalam wawancara dengan CNBC, dilansir Jumat, 15 Mei 2026.
Langkah tersebut akan dilakukan Tiongkok di balik layar karena pembukaan kembali Selat Hormuz sangat penting bagi kepentingan energi Beijing. Ia menjelaskan Tiongkok merupakan importir minyak mentah terbesar di dunia.
Sekitar 10 persen impor minyak Tiongkok berasal dari Iran dan lebih dari separuh pasokan energinya berasal dari kawasan Timur Tengah. Bessent juga menyebut hampir seluruh ekspor minyak Iran dikirim ke Tiongkok.
Oleh karena itu, Beijing dinilai memiliki kepentingan lebih besar dibandingkan Amerika Serikat untuk memastikan jalur pelayaran tersebut kembali dibuka. Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam KTT dua hari di Beijing.
Gedung Putih mengatakan kedua pemimpin sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka guna menjaga kelancaran arus energi global. Xi juga disebut menolak militerisasi Selat Hormuz dan menentang upaya penarikan biaya penggunaan jalur laut tersebut.
Blokade Selat Hormuz memicu gangguan besar pasokan minyak dunia karena sebelum perang sekitar 20 persen minyak mentah global melewati jalur tersebut. Iran kini mengklaim kendali atas jalur laut itu dan dilaporkan ingin menerapkan tarif bagi kapal yang melintas.
Meski demikian, media pemerintah Tiongkok tidak secara khusus menyebut Selat Hormuz dalam laporan resmi mengenai pertemuan Trump dan Xi. Sementara itu, Amerika Serikat juga memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran untuk menekan Teheran mencapai kesepakatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....